
Poster NieR: Automata. (SquareEnix)
JawaPos.com - Video game, apapun platformnya, biasanya memberikan misi dan tujuan default yang nyaris sama kepada para pemainnya: menyelamatkan dunia dan membasmi kejahatan. Namun, ada satu franchise game yang justru mengajak pemainnya tidak hanya bermain, tapi juga berpikir kritis tentang makna kehidupan: NieR.
Alih-alih menawarkan kisah heroisme klasik, seri karya Yoko Taro yang secara garis besar sudah hadir dalam 3 judul ini perlahan memaksa pemain menghadapi 1 pertanyaan yang reflektif, sunyi, namun sangat mengganggu:
"Bagaimana manusia hidup setelah Tuhan tidak lagi ada?"
Pertanyaan sederhana, namun sangat disturbing secara psikologis.
Bagi yang sudah memainkan setidaknya dua judul game ini, yakni NieR (yang memiliki dua versi alternatif berjudul NieR Gestalt dan NieR Replicant) serta NieR: Automata, tidak bisa dipungkiri bahwa pertanyaan di atas terus menerus menghantui alam bawah sadar para player-nya.
Dalam NieR: Automata, dikisahkan bahwa para android diberi perintah oleh manusia untuk terus berperang melawan bangsa mesin yang menginvasi bumi. Para protagonis utama di dalamnya, yakni Android 2B, 9S dan A2 harus susah payah menjalankan misi berbahaya, bahkan mengorbankan diri hanya untuk menemukan sebuah fakta mencengangkan yang sungguh-sungguh di luar nalar: Manusia, selaku entitas yang menciptakan para android, sebenarnya sudah lama punah.
Fakta ini pun akhirnya membuka pola pikir baru: Jika manusia yang merupakan 'Tuhan' dari para android sudah mati, lalu apa tujuan eksistensi para android tersebut?
Dunia tetap berputar. Perang terus berlanjut. Namun, dasar untuk mereka melakukan semua ini sebetulnya sudah tidak ada lagi.
Tidak penting lagi. Tidak relevan lagi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022