
Cowboy Bebop. (Istimewa)
JawaPos.com - Drum dan perkusi berdentum cepat dalam tempo 138 beats per minute. Cabikan double bass. Brass section meledak dengan buas diikuti solo saxophone yang ganas.
"I think it's time we blow this scene.. Get everybody and their stuff together.. Okay, 3, 2, 1, let's jam!".
Kacau, brutal, ngasal, namun presisi.
Kehingar-bingaran tadi kemudian dinetralisir oleh sesuatu yang jauh lebih anteng namun bernyawa. Gitar elektrik menangis menjerit dalam not tinggi, drum menghentak pelan, bersahutan dengan string section dan vokal serak basah yang melantunkan lirik sendu penuh penderitaan.
"Sitting in the muddy water isn't such a bad life if it ends after the first time,".
Sederhana, rileks, namun memasygulkan hati.
Baca Juga:Mazmur Pembantaian dalam Liturgi Darah: 'Hellsing' dan Fetish Manusia dalam Menikmati Kekerasan
'Tank!' dan 'The Real Folk Blues' memang bukan tipikal lagu pembuka dan penutup anime pada umumnya. Alih-alih menghadirkan orkestra megah bernada mayor penuh optimisme layaknya anime shonen, Yoko Kanno dan The Seatbelts justru seolah mengajak penonton untuk masuk ke dalam sebuah bar temaram penuh kepulan asap yang dijejali manusia bernapas alkohol.
Dua elemen inilah yang jadi kekuatan terbesar Cowboy Bebop: energi jazz mentah dan erangan blues emosional.
Bukan sekadar estetika untuk tampil beda, tapi karena dua genre musik 'tua' ini merupakan bahasa emosional dari serial legendaris karya Shinichiro Watanabe tersebut.
Sekilas, Cowboy Bebop tampak seperti anime tentang bounty hunter luar angkasa yang edgy. Namun, semakin lama serial ini bergulir, semakin jelas pula bahwa Cowboy Bebop sebenarnya bukan cuma kisah tentang petualangan mengarungi galaksi, melainkan potret nyata tentang orang-orang dewasa yang mencoba tetap hidup dalam rasa sakit yang menghantui sembari menjalani hari-hari esok yang serba tidak pasti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022