Pegawai SPPG Jemur Wonosari Surabaya tampak sibuk menyiapkan paket menu Makan Bergizi Gratis. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Matahari belum menampakkan dirinya, namun, denting logam ompreng dan peralatan masak sudah lebih dulu memecah sunyi di SPPG Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya.
Suasana kian sibuk. Derap langkah pegawai yang mengenakan APD penutup kepala, sarung tangan, hingga masker, berpadu dengan suara peralatan dapur. Dapur ini tak pernah benar-benar tidur alias beroperasi 24 jam.
Di salah satu sudut dapur, nasi mengepul dari panci besar. Aneka lauk pauk, sayur, buah, hingga ompreng stainless steel tertata rapi di atas meja panjang, penanda dimulainya kegiatan meracik menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tangan-tangan mereka bergerak cekatan. Nasi ditakar, lauk disusun, sayur dan buah dilengkapi ke dalam setiap wadah. Satu per satu ompreng diperiksa kembali, memastikan tak ada menu yang tertinggal sebelum ditutup rapat.
Setelah lengkap, ompreng disegel dengan tali dan disusun rapi ke dalam mobil boks. Sebuah ritual pagi yang sederhana, namun menyimpan tanggung jawab besar sebelum paket MBG itu tiba di meja makan penerimanya.
Kepala SPPG Jemur Wonosari, Syamsudin Duka mengatakan setiap harinya, dapur MBG yang ia pimpin memproduksi lebih dari 4.000 paket makanan, yang didistribusikan ke 6 sekolah di Kecamatan Wonocolo.
"Dapur MBG kita melayani 6 sekolah, yakni KB Yasporbi, TK Yasporbi, SD Taquma, SMP Negeri 13 Surabaya, SMA Negeri 10 Surabaya, dan SMK 1 PGRI Surabaya, dengan jumlah penerima manfaat kurang lebih 3.364 anak," tuturnya.
Selain sekolah, SPPG Jemur Wonosari juga mendistribusikan paket makanan bergizi untuk bumil, busui, dan balita ke 5 posyandu di tiap RW, yakni Posyandu RW 9, RW 5, RW 4, RW 3, dan Posyandu RW 2.
Sebagai SPPG tertua di Kota Surabaya, SPPG Jemur Wonosari telah melalui perjalanan panjang dalam menjaga kualitas menu MBG. Berbagai kendala pernah terjadi, mulai dari nasi yang kurang matang hingga buah basi.
“Hal-hal seperti itu kami tampung sebagai bahan evaluasi. Tujuan kami satu, setiap hari makanan yang disajikan harus fresh dan layak dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat,” imbuhnya.
Syamsudin tak menampik bahwa sebagai program yang baru berjalan satu tahun, MBG masih membutuhkan penguatan di sejumlah aspek. Perbaikan cepat menjadi kunci agar program bisa berjalan secara optimal.
“Saat ada penerima manfaat yang protes nasinya keras, kami langsung ganti ke beras berkualitas. Kami bebaskan untuk kritik. Jangan alergi dengan kritik, karena itu tugas kita untuk memperbaiki,” tegas Syamsudin.
SPPG Jemur Wonosari juga memberikan perhatian khusus terhadap kualitas bahan makanan MBG. Bahkan, untuk kebutuhan air, mereka tidak menggunakan air keran PDAM, tetapi air mineral galon.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
