
BERI DUKUNGAN: Rekan-rekan dari alumni SMP Negeri 8 Surabaya datang dan menghibur Sentot Suseno (bersila) setelah rumahnya terbakar di Jalan Simolawang Gang 6 2F, Jumat (20/11). (Muhammad Azami Ramadhan/Jawa Pos)
Kebahagiaan bisa berurutan dengan kesedihan. Itu pulalah yang dialami keluarga Sentot Suseno. Sesaat setelah mengadakan akad nikah untuk putrinya, rumah yang ditinggalinya sejak kecil menjadi arang. Akta nikah anaknya yang baru berumah tangga juga tak berbekas.
MUHAMMAD AZAMI RAMADHAN, Surabaya
SENTOT Suseno menjamu beberapa rekannya dari alumni SMP Negeri 8 Surabaya yang datang Sabtu (21/11). Mereka ingin menghibur Sentot yang baru saja mengalami musibah. Rumah pelaut itu ludes tepat pada hari bahagianya, yakni ketika mantu sang anak, Kartika Harsaktiningtyas.
Di pinggir Jalan Simolawang Gang 6 2E itulah mereka berkumpul dan berbincang. Mengingat kisah klasik semasa duduk di bangku sekolah menengah pertama.
”Kami ini sudah seperti saudara. Kali prtama dengar kabar kebakaran itu, kami enggak percaya,” kata Haryoso, teman sekelas Sentot Suseno saat duduk di kelas 3B.
Haryoso menerima kabar tersebut melalui pesan berantai aplikasi WhatsApp.
Dia sempat mengira bahwa informasi itu hanya kabar bohong. Sebab, Sentot sedang mengadakan pesta pernikahan untuk putrinya.
Namun setelah menerima beberapa foto dan video di salah satu grup WhatsApp sekolah itu, pikiran Haryoso mulai berubah. ”Saya nyusul malam harinya. Sama teman-teman lainnya, ya menemani sampai malam,” ujarnya.
Dia bersama teman-teman lainnya juga datang pada malam berikutnya. Selain dukungan moral, bantuan materiil juga datang dari angkatan ’83 SMP Negeri 8 Surabaya yang tersebar di penjuru Indonesia. Simpati pun datang dari Jakarta, Cirebon, dan Mataram. Semata-mata memberikan dukungan atas musibah yang dihadapi teman sekelasnya itu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
