Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 14.45 WIB

Serka Kowad Izza Elmy, Babinsa Koramil 0817/07 Kebomas Gresik yang Mendapatkan Babinsa Award

TANGANI TENGKES: Serka Izza Elmy (kiri) berfoto bersama Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf setelah menerima Babinsa Award di bidang kesehatan Senin (24/7).

Perjuangan Serka Kowad Izza Elmy menangani tengkes menuai hasil. Dia mendapatkan Babinsa Award dari Pangdam V/Brawijaya untuk kategori kesehatan. Ketekunan dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan.

WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya

SERKA Kowad Izza Elmy tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya saat namanya disebut. Dia berhasil menjadi pemenang Babinsa Award Kodam V/Brawijaya. Izza jadi perempuan satu-satunya yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Babinsa Koramil 0817/07 Kebomas, Desa Giri, Gresik, itu menang karena pengabdiannya. Setiap hari dia motoran keluar masuk kampung mengirim makanan bergizi kepada anak-anak penderita tengkes.

Izza juga aktif memberikan penyuluhan tentang stunting. Program penanganan tengkes yang digagas Izza tersebut bermula Maret lalu. Saat itu dia mendapatkan data dari posyandu bahwa ada sejumlah anak di desanya yang mengidap stunting.

’’Ada tujuh anak stunting,’’ ujarnya. Anak-anak itu terpapar tengkes karena mengonsumsi makanan yang rendah nutrisi. 

Setelah berkoordinasi dengan bidan dan kepala desa (Kades), Izza mulai merancang program pemberian makanan bergizi setiap hari. Sumber dana program pemberian makanan bagi anak tengkes itu didapatkan dari corporate social responsibility (CSR).

Izza mengajukan pendanaan kepada salah satu rumah sakit swasta di Gresik. Gayung pun bersambut. Permohonan mantan ajudan komandan Kodim Gresik itu diterima.

Setelah mendapatkan pendanaan, Izza berdiskusi dengan ahli gizi rumah sakit. Dia meminta saran menu makanan yang cocok bagi anak penderita tengkes.

Masukan dari ahli gizi itu dikreasikan lewat menu makanan yang menarik selera anak. Izza memilih model bento. ’’Sebab, anak-anak gemar makan bento,’’ ujarnya.

Setiap hari Izza harus stand by di rumah sakit pukul 07.30 untuk mengambil makanan. Dengan mengendarai sepeda motor, Izza mengirimkan paket-paket makanan itu ke lima dusun, ke rumah anak-anak stunting tersebut.

Kontur Desa Giri yang berada di atas perbukitan membuat tugas mengantar makanan itu tidak mudah. Izza harus melewati jalan-jalan yang berkelok. Sampai di mulut gang, kotak makanan tersebut dibawa menaiki anak tangga.

’’Jadi, ya saya anggap joging pagi,’’ ucapnya disusul tawa. Setiap pagi kedatangan Izza sudah dinantikan anak-anak. Biasanya, mereka menunggunya di anak tangga. Apabila ada anak yang tidak mau makan, Izza selalu punya cara untuk membujuknya agar mau menghabiskan makanan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore