
SISI BONDOWOSO: Kawah Warung di Kecamatan Ijen, salah satu destinasi andalan Bondowoso di kawasan sekitar Gunung Ijen.
Setelah Ditetapkan sebagai Bagian UNESCO Global Geopark
Penetapan Ijen Geopark sebagai UNESCO Global Geopark menjadi suntikan energi baru bagi Banyuwangi dan Bondowoso. Beri perhatian pada beragam fasilitas terkait, termasuk transportasi.
SIGIT HARIYADI, Banyuwangi-ILHAM WAHYUDI, Bondowoso
---
KABAR dari Paris, Prancis, itu bak suntikan energi baru bagi Banyuwangi. Ijen Geopark ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO (badan PBB yang menangani pendidikan, sains, dan kebudayaan) Global Geopark (UGG).
’’Saya optimistis setelah Ijen Geopark ditetapkan sebagai anggota UGG, kunjungan wisatawan mancanegara ke Banyuwangi akan meningkat,’’ kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.
Penetapan Ijen Geopark bersama tiga geopark atau taman bumi lain di Indonesia menjadi bagian dari UGG itu berlangsung Rabu (24/5) lalu. Ijen sendiri mengacu pada nama gunung yang berada di antara Banyuwangi dan Bondowoso, dua kabupaten di bagian timur Jatim. Dampak penetapan itu, kesejahteraan bakal meningkat. ’’Sekaligus penguatan partisipasi masyarakat dalam melestarikan alam dan budaya," ujar Ipuk.
Pemkab Banyuwangi memang berfokus pada pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Bupati Ipuk bahkan sempat mempresentasikannya dalam forum internasional di Satun, Thailand, yang bertajuk The 7th Asia Pacific Geoparks Network Symposium pada September tahun lalu.
Dengan berpijak pada kebijakan itu, ibarat pepatah, sekali mendayung, dua–tiga pulau terlampaui. Ketika suatu event pariwisata digeber, berbagai sektor lain turut ’’disentuh’’. Misalnya, perawatan dan pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, merawat kearifan lokal, serta menggerakkan ekonomi masyarakat.
Salah satu contoh kebijakan pariwisata yang berbasis keberlanjutan itu terlihat dalam kebijakan pendirian hotel. Hingga hari ini, Banyuwangi hanya mengizinkan hotel berbintang. Itu pun hanya boleh didirikan di tempat yang jauh dari lokasi wisata premium. Seperti Gunung Ijen atau Pulau Merah.
Menurut Mirzam Abdurrachman, tim Ijen Geopark dari Institut Teknologi Bandung, kebijakan itu sangat tepat dan berdampak luas. ’’Masyarakat setempat yang dekat dengan objek wisata unggulan itu bisa menyulap rumahnya menjadi homestay untuk tempat menginap wisatawan. Tanpa takut kalah saing dengan pengusaha hotel papan atas,’’ terangnya.
General Manager Geopark Ijen Abdillah Baraas menambahkan, setelah diakui UGG, Ijen Geopark akan menjadi laboratorium alam. Baik geologi, biologi, maupun budaya. Pesan dari Paris, lanjut dia, pihak Ijen Geopark juga diminta terus meng-update atau memperbarui data, mempertahankan kelestarian alam, dan mengembangkan inovasi sustainable development goals. ’’Selain itu, kami mendapat beberapa kritik yang membangun. Seperti fasilitas publik dan transportasi yang kurang,’’ tutur Abdillah.
SISI BANYUWANGI: Wisata Gunung Ijen dari sisi Banyuwangi, yang pengelolaannya didukung dengan kebijakan pariwisata berkelanjutan.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso Tantri Raras Ayuningtyas menyebut kabar baik dari Paris itu harus ditindaklanjuti semua pihak terkait. Mereka mesti bekerja sama dalam meningkatkan sarana-prasarana. Termasuk akses jalan dan transportasi umum menuju lokasi situs. ’’Karena masih sangat minim. Bahkan, sejumlah ruas jalan masih rusak,’’ jelasnya kepada Radar Ijen (Jawa Pos Radar Jember).
Setelah penetapan itu, lanjut Tantri, pihaknya sudah menyiapkan paket geowisata khusus untuk sejumlah situs yang masuk dalam Ijen Geopark. Bahkan, sebenarnya itu mulai dijalankan sebelum diresmikan menjadi UGG. Wisatawan tidak hanya akan diajak menikmati pemandangan atau berswafoto, tapi juga diberi edukasi sejarah terkait Ijen Geopark dan segala kekayaan alamnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
