
Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemuda Katolik mendorong kader muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan green economy.
Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menjelang pelaksanaan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) I Tahun 2026 yang akan digelar pada 14–17 Mei 2026 di Hotel Grand Safran, Pangkalpinang, dengan Komisariat Daerah Pemuda Katolik Bangka Belitung sebagai tuan rumah.
Menurut Gusma, daerah saat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sehingga anak muda harus mampu membaca peluang pembangunan yang berkembang di wilayah masing-masing.
Baca Juga:Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi
“Daerah memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga investasi hijau. Pemuda Katolik harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Gusma.
Ia menegaskan, setelah mengikuti KKL I, para kader diharapkan tidak berhenti pada ruang diskusi semata, tetapi mampu terlibat langsung dalam promosi potensi ekonomi daerah, termasuk memperkuat sektor pariwisata lokal, mendorong produk UMKM, serta membangun inovasi berbasis green economy di daerah masing-masing serta membuka peluang kolaborasi dengan program strategis pemerintah seperti KDMP/KNMP.
Kegiatan bertema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan” ini akan diikuti ratusan kader dari Komda Pemuda Katolik se-Indonesia yang telah melalui proses seleksi, termasuk penyusunan makalah sesuai silabus KKL.
KKL I ini menggunakan metode andragogi atau pembelajaran orang dewasa melalui diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pemetaan sosial-politik, roleplay, hingga penyusunan rencana tindak lanjut berbasis pribadi, kelompok, dan angkatan.
Ketua Komda Pemuda Katolik Bangka Belitung, Bernadus Reco, mengatakan Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata berkelanjutan.
“Bangka Belitung punya kekuatan besar melalui wisata pantai, desa wisata, kuliner lokal, ekonomi kreatif, UMKM hingga pengembangan ekowisata. Kami berharap peserta dapat melihat langsung potensi tersebut dan membawa gagasan baru bagi daerah masing-masing,” ujarnya.
Dalam forum ini, peserta diharapkan berdinamika terkait berbagai persoalan termasuk membahas strategi diversifikasi ekonomi seperti penguatan destinasi wisata unggulan, peluang kolaborasi ekonomi dengan KDMP/KNMP, digitalisasi UMKM, promosi produk lokal, hingga pengembangan green economy berbasis kelestarian lingkungan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
