
JIWA WIRAUSAHA: Martinus Novianto saat menjaga toko alat olahraganya.
Martinus Novianto tak ingin hanya memiliki satu sumber pemasukan. Winger Deltras FC itu ingin mendapat cuan dari luar sepak bola. Dia kemudian membuka toko alat olahraga.
BAGUS PUTRA P., Gunungkidul
LIGA 2 yang mandek membuat Martinus Novianto lebih banyak nganggur. Glimbang-glimbung di rumah tanpa ada kegiatan. Dia kemudian iseng menjual beberapa alat olahraga melalui medsos.
Mulai raket badminton, sepatu running, hingga peralatan renang. Ternyata, respons netizen cukup bagus. Jualan winger Deltras FC itu laku keras.
’’Setelah jalan tiga pekan, akhirnya saya putuskan untuk membuka toko. Biar ada yang beli secara offline juga,’’ kata Martinus kepada Jawa Pos.
Dia kemudian resmi membuka toko di Gunungkidul pada 5 Maret lalu. Toko itu diberi nama Dadi Bejo Sport 18. Martinus mengisi toko tersebut dengan display yang cukup banyak.
Mulai baju sport, sepatu running, sampai peralatan badminton. Yang paling banyak adalah sepatu. Sebab, yang dijual bukan hanya sepatu sport. ’’Saya juga jual sepatu sneakers,’’ ungkapnya.
Sepatu kasual itu memang banyak terpajang di dinding toko. Martinus sengaja menjual sneakers.
’’Karena pada dasarnya saya memang suka memakai sepatu sneakers. Jadi, saya tahu mana sneakers yang bagus dan enak dipakai. Relasi saya juga banyak, jadi pasar (sepatu sneakers) sudah ada,’’ jelas pemain kelahiran 3 November 1995 tersebut.
Meski baru buka, pesanan yang datang sudah lumayan banyak. ’’Yang paling laku ya sepatu sepak bola. Karena memang banyak relasi saya di dunia sepak bola kan,’’ beber mantan pemain Bali United tersebut.
Beberapa rekannya di Deltras FC juga memesan sepatu miliknya. ’’Sejauh ini kiriman paling jauh juga masih ke Sidoarjo,’’ tambahnya.
Martinus tahu betul barang mana yang paling diminati. Sebab, dia sendiri yang menjaga toko alat olahraganya. Dia pula yang masih mengontrol pemesanan melalui online.
’’Meski sudah buka toko, penjualan online juga masih jalan,’’ ungkap pemain asli Gunungkidul itu.
Apakah Martinus tidak mau merekrut karyawan baru? ’’Masih proses, Mas,’’ ujarnya.
Dia tidak mau buru-buru punya karyawan. Martinus ingin memahami bisnisnya dulu. Toh, saat ini dia lebih banyak longgar. Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk menjaga toko.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
