
Pemain Polo Air Putri Indonesia Ariel Dyah CC Siwabessy (depan) berhasil membuat gol ke gawang tim Hongkong yang dijaga kiper Ho In Li (kanan) pada pertandingan babak penyisihan Polo Air Wanita Asian Games 2018 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno. (Dok.
Ada yang sudah dua tahun berlatih, termasuk beruji coba ke Thailand, Malaysia, dan Hongkong. Ada yang sudah berencana menjadikan PON 2020 ajang perpisahan.
BAGUS P., WAHYU A., Surabaya-AGAS P.H., Jakarta, Jawa Pos
---
SABTU dan Minggu adalah waktu bagi Vallian Zona untuk meninggalkan usaha dan keluarga di Mojokerto. Menempuh perjalanan lebih dari 60 kilometer ke Surabaya. Menuju Kolam Renang KONI Jawa Timur (Jatim).
Di sanalah atlet 23 tahun tersebut memeras keringat untuk berlatih bersama rekan-rekannya di tim polo air Jatim proyeksi PON 2020 di Papua. Setelah selama Senin sampai Jumat di tiap pekan harus berlatih sendiri di Mojokerto. "Kalau saya di Surabaya, usaha di-handle ibu," ujar Vallian yang punya usaha berjualan sayur-mayur.
Yang harus rela berkorban seperti itu bukan hanya Vallian. Sebab, latihan memang dipusatkan di Surabaya sejak Februari lalu. Sementara sebagian anggota tim berasal dari luar ibu kota Jatim itu.
"Ada yang rela meninggalkan pekerjaan demi latihan. Padahal, kami nggak memberi gaji ke mereka," kata Bimo A.P. Soeparto kepada Jawa Pos setelah memimpin latihan tadi malam. "Jadi, bisa dibayangkan betapa bakal kecewanya mereka kalau sampai polo air dicoret," lanjutnya.
Berdasar surat keputusan (SK) KONI Papua yang beredar Jumat (30/8), polo air memang termasuk dalam 15 cabang olahraga (cabor) yang bakal dicoret. Penyebabnya, kendala besar terkait dengan kesiapan venue. Dari 56 venue, sampai menjelang setahun sebelum penyelenggaraan, baru delapan venue yang siap digunakan.
Padahal, KONI pusat sudah mengeluarkan SK tentang 47 cabor yang akan dipertandingkan di PON tahun depan. Dan, di sepanjang sejarah penyelenggaraan ajang empat tahunan itu, belum pernah terjadi pencoretan cabor berlangsung setahun sebelum event digelar.
Memang SK KONI Papua tersebut belum final. KONI pusat maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku belum menerima surat itu. Tapi, tetap saja kabar tersebut memicu kegalauan di kalangan atlet cabor-cabor yang akan dicoret itu. Bayangkan saja, banyak di antara mereka yang bahkan sudah menjalani pemusatan latihan di daerah masing-masing sejak dua hingga tiga tahun lalu.
Perlu diingat, tak semua cabor seberuntung sepak bola dan bulu tangkis misalnya. Bergelimang sponsor, perhatian, dan turnamen. Bagi cabor seperti polo air, sepak takraw, ski air, atau kempo, misalnya, PON bisa dibilang "Olimpiade" mereka. Kesempatan untuk merebut bonus besar. Membuka peluang menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Atau seperti yang diharapkan Wiji Lestari, pembalap BMX Jatim, kans menggaet beasiswa untuk kuliah. "Saya dengar, selain bonus, katanya akan ada beasiswa kuliah bagi peraih emas (PON)," kata pembalap 19 tahun itu kepada Jawa Pos.
Wiji pantas berharap. Sebab, dia memang punya peluang untuk menggapai prestasi tersebut. Wiji adalah peraih emas Pra-PON di nomor BMX putri Juli lalu. Karena itu, dia kaget sekali ketika mendengar dari Jawa Pos soal rencana pencoretan cabor BMX di PON 2020.
Belum ada yang memberi tahu Wiji. Saat ini dia memang berada di Jakarta, berlatih bersama timnas BMX putri. Sedangkan tim BMX Jatim menjalani pemusatan latihan di Malang sejak Agustus tahun lalu. "Saya mau gimana lagi? Ya sedih sekali, Mas. Persiapan sudah lama, tapi kok (BMX) ditiadakan," tambah pembalap kelahiran Blitar tersebut.
Pembalap BMX saat bertanding di Banyuwangi International BMX 2017. (M. Syafaruddin/Dok. JawaPos.com)
Pembalap BMX saat bertanding di Banyuwangi International BMX 2017. (M. Syafaruddin/Dok. JawaPos.com)
Muhammad Zahidi Putu Pranoto juga sampai rela melewatkan kesempatan untuk diangkat sebagai CPNS di Kemenpora. Agar bisa mendapatkan izin untuk berlatih bersama tim ski air Jatim. "Kalau memang dari awal tidak ada ski air di PON kan lebih baik saya fokus kerja," katanya.
Kaget, kecewa, dan kesal itu juga dirasakan Rilo Pambudi. Betapa tidak, dia dan kawan-kawannya di tim sepak takraw Jakarta sudah lolos Pra-PON. Sudah pula berlatih dua tahun. Termasuk melakoni tryout sampai ke Thailand, Malaysia, dan Hongkong. Semua ditempuh demi mewujudkan ambisi merebut dua emas di PON 2020. Eh, ternyata cabornya malah akan dicoret. "Lalu atletnya mau diapain kalau misalnya sudah kayak gini? Sudah lolos Pra-PON, tapi nggak main PON," keluh Rilo.
Padahal, di luar PON, sepak takraw minim sekali ajang. Tahun lalu hanya ada satu ajang tingkat nasional: Kejuaraan Nasional Piala Menteri Pemuda dan Olahraga. Tahun ini -yang sudah memasuki September- malah belum ada sama sekali.
Harapan memang masih terbuka bagi cabor-cabor yang terancam dicoret itu. Kabarnya, masih ada negosiasi pengurus pusat tiap-tiap cabor, KONI pusat, dan Kemenpora dengan KONI Papua.
Komisi Teknik Polo Air Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) DKI Jakarta Dean Baldwin juga akan berjuang semaksimal mungkin agar cabor polo air tidak dicoret. Sebab, tidak ada alasan yang jelas. "Malah tuan rumah (Papua) itu punya tim polo air. Yang nggak punya renang indah sama loncat indah. Masalah venue bisa pakai kolam renang dan PB PRSI bisa bantu," tuturnya.
Tapi, namanya juga harapan, bisa terkabul, bisa pula tidak. Dan kalau ternyata pencoretan itu benar adanya, bisa dibayangkan betapa hancurnya hati Vallian. Di usianya yang sudah 23 tahun, tahun depan sangat mungkin bakal menjadi PON terakhirnya. Dan dia sudah memasang target: membawa Jatim menembus tiga besar. Memperbaiki raihan di PON sebelumnya yang hanya finis di posisi ketujuh. "Mbok yang ngambil keputusan itu melihat kami-kami ini. Kami sudah berkorban begitu banyak," cetusnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
