Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Desember 2018 | 22.46 WIB

Mbah Saliyem dan Uang Tabungan Jutaan Rupiah yang Tak Sengaja Terbakar

Uang Mbah Saliyem yang tak sengaja terbakar. Sebelumnya dikira sampah. Nilainya jutaan rupiah. - Image

Uang Mbah Saliyem yang tak sengaja terbakar. Sebelumnya dikira sampah. Nilainya jutaan rupiah.


Mengira sampah, para tetangga yang sedang bersih-bersih rumah Mbah Saliyem tak sengaja membakar uang yang dibungkus plastik dan disimpan di dalam senik. Sejumlah pihak pun melakukan urunan untuk mengganti duit yang tak bisa ditukarkan ke Bank Indonesia karena kerusakannya parah tersebut.


IWAN KAWUL, Wonogiri


---


UANG, atau lebih tepatnya sisa-sisa lembaran yang terbakar itu, bukan miliknya. Tapi, Muhammad Arifin-lah yang puyeng begitu mendapat kepastian dari petugas perwakilan Kantor Bank Indonesia Solo.


Sebab, duit Rp 4,5 juta yang terbakar itu tidak bisa ditukarkan. Api membakar 50-75 persen bagian uang kertas pecahan 100 ribuan tersebut. "Padahal, BI hanya bisa menukar uang yang terbakar atau rusak jika kerusakan­nya 25 persen," katanya menirukan keterangan petugas ketika dia membawa uang terbakar itu ke BI Senin lalu (10/12).


Sehari semalam pengelola Taman Pendidikan Alquran Al Hidayah, Dusun Bulu, Desa Baleharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tersebut kebingungan. Bagaimana caranya menyampaikan kabar itu ke sang pemilik yang juga tetangganya: Mbah Saliyem. Tanpa membuat nenek 79 tahun yang sudah puluhan tahun tinggal sendirian tersebut pingsan.


Itulah yang sulit. Sebab, Jumat pekan lalu (7/12), saat warga desa yang masuk wilayah Kecamatan Eramoko tersebut membersihkan rumahnya dan tanpa sengaja membakar uang simpanannya, dia menangis histeris. Bahkan beberapa kali pingsan.


Maklum, itulah harta paling berharga perempuan sepuh yang tidak dikaruniai keturunan tersebut. Selain tentunya rumah yang baru saja direhab karena termasuk tidak layak huni itu.


"Mbah Saliyem salah satu warga yang mendapatkan program bedah rumah," terang Danang Erawanto, camat Eramoko, kepada Jawa Pos Radar Solo.


Rehab itu selesai dilakukan pekan lalu. Namun, lanjut Danang, kondisi masih berantakan.


Jadilah Jumat lalu itu warga membersihkan seluruh perabot di rumah Mbah Saliyem. Karena rumah masih berantakan, warga berinisiatif iuran Rp 10 ribu untuk bersih-bersih.


Semua perabot dikeluarkan. Sedangkan barang yang tak berharga beserta sampah lalu dibakar. Nah, yang tak sengaja ikut terbakar itu termasuk benda terbungkus plastik di dalam senik (wadah beras). Yang ada di samping keranjang sampah.


"Namanya bersih-bersih, barang-barang yang kotor dan tidak terpakai dibakar. Ternyata ada uang Mbah Saliyem yang dibungkus dengan plastik dimasukkan dalam senik turut terbakar," kata Danang.


Kejadian tak sengaja tersebut begitu memukul Mbah Saliyem. "Sejak kejadian itu selalu bertanya, 'Duitku piye, duitku piye (uangku bagaimana, Red).' Begitu terus," kata Arifin.


Akhirnya Arifin pun berinisiatif membawa uang milik Mbah Saliyem itu ke BI Solo. Yang berjarak sekitar 60 kilometer. Dengan harapan masih bisa ditukarkan. Namun, ternyata kerusakan akibat terbakar sudah terlalu parah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore