
Ilustrasi: CJH Indonesia ketika tiba di Arab Saudi
Berasal dari desa yang diselimuti bunga es, para calon jamaah haji Desa Sembungan kini harus berhadapan dengan suhu 43 derajat Celsius. Ke mana-mana bawa botol semprotan air.
FIRZAN SYAHRONI, Madinah
---
AHMAD BASIR masih ingat betul perubahan di wajah Ahmad Fatoni dkk saat kali pertama menginjakkan kaki di Madinah. Terlihat begitu memerah.
"Maklum, mereka berasal dari desa yang hawanya dingin sekali," kata kepala seksi Media Center Haji Daerah Kerja Bandara itu.
Fatoni, ketua rombongan 14 CJH (calon jamaah haji) asal Desa Sembungan, Wonosobo, Jawa Tengah, mengakui bahwa dirinya dan rekan-rekannya memang sempat shock. "Panas sekali, wajah seperti disembur hawa panas," ujarnya.
Maklum, di kampung halaman, Fatoni terbiasa merasakan hawa sangat dingin. Bahkan, sebelum berangkat ke Tanah Suci, suhu di Sembungan mencapai minus 5 derajat Celsius. Dan, kini dia harus berhadapan dengan suhu Madinah yang rata-rata mencapai 43 derajat Celsius.
Sembungan adalah desa tertinggi di Pulau Jawa. Berada di ketinggian 2.306 meter di atas permukaan laut. Jarak desa tersebut hanya sekitar 7 kilometer ke selatan dari pusat wisata Dataran Tinggi Dieng.
Desa Sembungan pernah viral di berbagai media sosial. Pemicunya adalah foto-foto bunga es yang menyelimuti desa tersebut. Foto-foto itu dianggap mirip dengan suasana musim dingin di Eropa.
"Sebenarnya bunga es itu sudah biasa di desa kami," terang Fatoni. "Malah, kalau mau mandi atau wudu, kami pakai water heater biar airnya tidak beku," lanjutnya.
Fatoni dan 13 rekannya kini tinggal di lantai 9 Hotel Diyar Al Madina. Bagi para CJH yang tergabung dalam rombongan embarkasi Solo (SOC) kloter 32 itu, tinggal di hotel berbintang juga butuh penyesuaian.
Dalam arti, karena tinggal di desa yang hawanya selalu dingin, AC (air conditioner) jelas tak diperlukan. Mereka pun jadi tak terbiasa dengan pendingin ruangan tersebut.
Jadilah, meski mengeluhkan teriknya suhu Madinah, mereka jarang sekali menyalakan AC di dalam kamar.
Saat ditemui Jawa Pos di kamar hotel, suasana di dalam kamar memang terasa gerah. Beberapa orang tampak tiduran di atas kasur dengan hanya mengenakan kaus singlet dan sarung.
Mengapa tidak menghidupkan AC? "Dinginnya beda, di sini dinginnya empuk, bikin teman-teman masuk angin," seloroh Ahmad Thohir, kerabat Fatoni, lantas tertawa.
Meski terkesan guyon, kekhawatiran masuk angin lantaran terkena angin AC hotel rupanya bukan candaan. Buktinya, beberapa rekan Thohir bahkan membawa bekal jamu tolak angin. "Ada juga yang bawa beras dari rumah," lanjutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
