Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Maret 2017 | 15.15 WIB

Ginjal Saya Dicuri di Qatar

BUKTI MEDIS: Sri Rabitah saat menunjukkan hasil rontgen yang dilakukan di RSUP NTB beberapa waktu lalu. - Image

BUKTI MEDIS: Sri Rabitah saat menunjukkan hasil rontgen yang dilakukan di RSUP NTB beberapa waktu lalu.



Anehnya, tidak lama kemudian Sri dipasangi slang infus. "Saya sempat tanya kenapa dipasang infus. Kata perawat, kondisi saya lemas dan kurang darah. Padahal, saya tidak sakit apa-apa," tegasnya.



Setelah diinfus, Sri dibawa ke salah satu ruangan yang di dalamnya terlihat banyak pisau dan gunting untuk operasi. Sri juga melihat lampu besar di atas ranjang. Saat masuk ke ruangan itu, dia masih sadar. Tetapi, begitu disuntik bius, Sri langsung lemas dan tidak sadarkan diri. "Ada lima jam saya tidak sadar setelah disuntik itu," ujarnya.



Saat sadar, Sri sudah berada di kamar berbeda. Bahkan, peralatan medis yang ada di tubuhnya semakin banyak. Dia dipasangi infus, masker oksigen, dan slang-slang lainnya. Sri juga dibuatkan saluran kencing sendiri.



Belum habis rasa herannya, Sri juga merasakan sakit di pinggang bagian kanan. Saat dilihat, ternyata ada bekas jahitan seperti habis dioperasi. Sri pun sempat bertanya kepada perawat mengapa ada bekas jahitan di tubuhnya. 



"Kata perawat, itu hanya goresan," kenang Sri. 



Sri berada di rumah sakit itu hanya satu hari. Anehnya, begitu keluar dari rumah sakit, Sri dipulangkan majikannya ke agen tenaga kerjanya yang berada di Qatar. Baju-baju Sri beserta dokumennya sudah dikemas dan dibawa ke agen. "Keluar dari rumah sakit, saya tidak pulang ke rumah majikan, tapi langsung dibawa ke agen. Hasil pemeriksaan di rumah sakit juga tidak diberikan. Semua dibawa majikan," terangnya.



Setelah dikembalikan ke agen, kondisi fisik Sri menurun drastis. Dia sering sakit-sakitan. Bahkan, darah sering keluar dari mulut, hidung, dan saluran kencing. Tetapi, dua orang di agen tersebut, Umar dan Yanti asal Sukabumi, tidak percaya dengan keterangan Sri. Mereka menganggap Sri hanya berakting agar dipulangkan ke Indonesia.



Sebulan kemudian, Sri dipulangkan ke Indonesia, tetapi hanya sampai di Surabaya. Di Surabaya, Sri tidak memiliki uang se­peser pun. Dia sempat ingin mencari pekerjaan di Bandara Juanda agar punya ongkos untuk pulang ke Lombok. 



''Ada orang yang kasihan melihat saya karena mondar-mandir di bandara. Saya akhirnya dibawa ke kantor polisi, kemudian oleh polisi saya dipulangkan ke Lombok,'' paparnya.



Sampai di Lombok, Sri belum mengetahui bahwa ternyata satu ginjalnya sudah tidak ada. Dia beraktivitas biasa, tetapi sudah tidak bisa normal. Sebab, kondisinya sering sakit-sakitan. Sri sempat memeriksakan diri ke puskesmas setempat, tetapi tidak ditemukan penyakit apa-apa.



Setelah kembali ke Lombok, Sri dinikahi Harpan Jaya. Kepada suaminya, Sri sempat bercerita soal kondisinya yang sakit-sakitan dan tidak bisa bekerja. Sekarang suami Sri pun bekerja di Malaysia. Sri bersama anaknya sementara tinggal di rumah mertuanya.



Sementara itu, kasus Sri membuat pemerintah penasaran. Sebab, hasil tes dari RSUD Mataram menyatakan bahwa ginjal perempuan tersebut masih utuh. Pemerintah pun masih mengorek informasi detail terkait kejadian operasi yang dilakukan tanpa persetujuan Sri di Qatar.



Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membenarkan bahwa informasi terbaru yang diterima menyatakan bahwa dua ginjal Sri masih utuh. Namun, dalam laporan pemeriksaan tersebut, memang ada slang artifisial yang ditanam untuk memperlancar saluran urine Sri. 



"Jadi, ginjal Ibu Sri Rabitah masih utuh keduanya. Hanya, memang ada sebuah slang di dalam tubuhnya," jelas Retno di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin. 



Pemerintah akan terus menyelidiki kasus itu. Terlebih untuk menyikapi pengakuan Sri bahwa dirinya dioperasi tanpa persetujuan pasien. Hal tersebut juga sudah dikonfirmasi melalui KBRI Doha ke rumah sakit terkait. Pihak rumah sakit mengakui pernah melakukan operasi meski belum memberikan informasi detail. 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore