Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2017 | 16.41 WIB

Bripka Achmad Chusairi, Satu-satunya Operator Drone di Polresta Sidoarjo

MAHIR: Bripka Achmad Chusairi menerbangkan drone di halaman mapolresta pada Selasa (7/2). - Image

MAHIR: Bripka Achmad Chusairi menerbangkan drone di halaman mapolresta pada Selasa (7/2).



Pesatnya kemajuan teknologi juga dimanfaatkan jajaran kepolisian. Salah satunya mengoperasikan drone. Di lingkungan Mapolresta Sidoarjo, Bripka Achmad Chusairi terpilih untuk menerbangkannya.


HASTI EDI SUDRAJAT


SEORANG polisi membawa tas besar ke Gedung Satlantas Polresta Sidoarjo Selasa sore (7/2). Dia kemudian meletakkan tas hitam itu di atas bangku ruang tunggu pemohon surat izin mengemudi (SIM). Beberapa saat berselang, dua tangannya cekatan mengeluarkan sejumlah perangkat dari dalam tas tersebut.


Dalam hitungan detik, dia merangkai perangkat tersebut menjadi sebuah pesawat tanpa awak yang siap diterbangkan. Dimulai dengan memasang baterai berukuran setelapak tangan ke bagian bawah drone, lalu menancapkan baling-baling ke bagian atas. Tak lupa smartphone-nya dipasang di bagian atas remote control. Bentuk pesawat tanpa awak yang dirangkainya sekilas menyerupai laba-laba.


’’Mesin drone harus panas lebih dulu sebelum diterbangkan,’’ ujar Bripka Achmad Chusairi, polisi yang baru saja merangkai drone tersebut.


Sorot matanya fokus mengamati layar smartphone yang sudah menempel di remote control. Sesekali dia mengalihkan perhatiannya ke arah drone. Lima menit berlalu, dua jempolnya mulai menggerakkan kemudi remote control.


Empat baling-baling drone berputar cepat. Drone yang berjarak 2 meter di depannya lantas perlahan bergerak naik ke angkasa. ’’Baling-balingnya memiliki sensor penyeimbang. Jadi, terbangnya stabil,’’ tutur Chusairi.


Chusairi merupakan satu-satunya operator drone di lingkungan Mapolresta Sidoarjo saat ini. Dia biasa menggunakan keahliannya menerbangkan drone untuk memantau arus lalu lintas. Juga, mengawasi pergerakan massa unjuk rasa dan memotret acara-acara yang berkaitan dengan polisi dari ketinggian.


Chusairi mengungkapkan, dirinya tertarik menerbangkan pesawat tanpa awak sejak tiga tahun lalu. Semua berawal dari sebuah video milik komunitas aeromodeling yang dilihatnya secara tidak sengaja di YouTube. ’’Manuver pesawatnya bagus,’’ ucap bintara polisi kelahiran 24 Desember 1982 itu.


Dia lantas menyisihkan tabungannya untuk membeli mainan helikopter remote control (RC). Meski awalnya sempat mengalami kesulitan, dia tidak putus asa belajar agar piawai menerbangkannya. ’’Merasa tertantang untuk bisa mengoperasikan. Gampang-gampang susah,’’ ungkapnya.


Tak puas dengan helikopter RC, dia kembali menyisihkan uangnya. Kali ini targetnya adalah pesawat aeromodeling jenis Cessna 182. ’’Lebih menantang karena bisa leluasa bermanuver di udara,’’ ujarnya.


Beberapa bulan kemudian, Chusairi menambah lagi koleksinya. Dia membeli drone Syma X8G. Dia menjelaskan, pengoperasian yang lebih simpel menjadi dasar dirinya berpaling dari aeromodeling. ’’Menerbangkan aeromodeling membutuhkan lahan yang luas untuk lintasan pacu. Berbeda dengan drone yang bisa terbang di mana pun,’’ ujarnya.


Chusairi menerangkan, gara-gara hobi itu, dirinya dipanggil pimpinannya pada awal 2015. Warga Perumahan Mandiri Residence, Jeruk Gamping, Krian, tersebut didapuk sebagai operator peralatan terbaru milik Polresta Sidoarjo. Yakni, drone DJI Phantom 3. ’’Fasilitasnya lebih bagus dari milik sendiri. Meski begitu, dalam penugasan, terasa menyenangkan,’’ katanya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore