
SIGAP: Anggota TNI AL berlatih di Laut Karimunjawa.
Usia KRI Ahmad Yani (AMY)-351 sudah cukup tua. Genap 54 tahun pada Oktober mendatang. Meski begitu, kapal yang diproduksi di Belanda pada 1 Oktober 1963 itu masih terlihat kukuh. Berikut laporan Arif Adi Wijaya yang berlayar bersama KRI Ahmad Yani menuju ”medan tempur” di perairan Karimunjawa pada 19–21 Januari.
ARIF ADI WIJAYA, Surabaya
PAGI itu, Kamis (19/1), cuaca di Dermaga Ujung, Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya, cukup cerah. Enam kapal perang dan satu kapal selam siap berangkat menuju perairan Karimunjawa. Latihan perang dimulai.
KRI Ahmad Yani ditunjuk sebagai kapal markas. Pusat komando dan koordinasi dari semua armada yang ikut dalam Latihan Pratugas (Latpratugas) 2017. Seluruh armada akan ditugasi mengawal perbatasan laut Malaysia-Indonesia (Malindo) dan Philipina-Indonesia (Philindo).
Kondisi cuaca yang mendukung membuat perjalanan semakin lancar. KRI Ahmad Yani berlayar dengan kecepatan 8 knot (setara 14,8 kilometer per jam) ketika melewati alur perairan barat Surabaya (APBS). Butuh sekitar empat jam menuju Laut Jawa.
Di tengah Laut Jawa, kapal Fregatkelas Van Speijkyang dikomandani Letkol Laut (P) Setyawan melaju dengan kecepatan 12 knot (setara 22,2 kilometer per jam). Ombak yang tenang tidak terlalu mengguncang lambung kapal. Terasa tenang seperti mengendarai mobil mewah.
Suara bising terdengar dari lambung kiri kapal. Heli Bolcow mendarat di dek buritan dengan rapi. Tim helideck bergegas mempersiapkan kedatangan helikopter yang dipiloti Kapten Haryanto. ”Heli yang biasa dipakai latihan masih diperbaiki. Jadi, untuk sementara menggunakan heli milik TNI-AL yang dipakai Basarnas untuk Latpratugas,” ujarnya.
Setelah heli mendarat, semua prajurit kembali menempati posisi masing-masing untuk melanjutkan aktivitas. Saya bersama pewarta foto Jawa Pos Guslan Gumilang menuju ruang makan anggota. Kami siap menyantap masakan kapal perang.
Saat itu menu untuk sarapan adalah telur dadar dan sayur sawi putih. Memang agak kurang asin. Namun, rasanya cukup. ”Masakan di kapal itu hanya ada dua. Enak dan enak sekali,” kata Serma Tedy Sujana, staf Dinas Penerangan Koarmatim, yang ikut bertugas di atas KRI Ahmad Yani.
Selesai sarapan, kami bergegas menuju kamar bintara. Setiap personel harus berjalan bergantian di lorong seluas 1,5 x 2 meter. Untuk menuju kamar yang berada di bawah garis air, kaki dan tangan harus kompak agar bisa masuk ke dalam lubang selebar 1 x 1 meter. Juga, melewati tangga dengan kemiringan 75 derajat. Sedikit kerepotan kalau membawa barang banyak.
Jangan dibayangkan kamarnya seluas kamar di rumah. Setelah masuk ke dalam, tempat tidur (bed) berukuran 1 x 2 meter susun tiga sudah menyambut. Ada delapan bed serupa di dalam ruangan berukuran 6 x 6 meter tersebut. Itulah kamar para pelaut setingkat bintara.
Kami tidur sejenak sambil menikmati ombak tenang yang membawa kapal berlayar. ”Peran heli alert 30, peran heli alert 30.” Suara dari pengeras itu membuat tidur nyenyak kami terjaga. Ternyata, itu merupakan kode persiapan latihan helikopter yang akan dimulai 30 menit lagi.
Tepat pukul 15.30, kami bergegas menuju dek kapal. Heli bersiap take off. Akan ada sesi foto KRI dari atas udara. ”Tidak mudah mengambil foto dari dalam helikopter. Ruang gerak terbatas. Getarannya banyak. Jadi, harus pandai menyesuaikan,” papar Guslan Gumilang, pewarta foto Jawa Pos.
Setelah sesi foto, kami mulai membersihkan diri. Maklum, sejak pagi belum mandi. Hehehe...
Lagi-lagi, kamar mandi tidak seperti yang dibayangkan. Di dalam kapal, kamar mandi anggota menggunakan bak mandi panjang berbahan besi. Luasnya hanya 4 x 2 meter. Ada yang panjangnya 0,5 x 1 meter. Ada juga yang 0,5 x 2 meter. Tidak ada sekat. Jadi, kalau mandi bareng, dipastikan akan telanjang bersama. Oops...
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022