Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 00.10 WIB

Daycare Rumah Pelita jadi Solusi Problem Stunting di Semarang, Si Kecil Dirawat, Orang Tua Dididik soal Parenting

 

Suasana pengasuhan di salah satu daycare Rumah Pelita Semarang. (Johanes untuk Jawa Pos)

JawaPos.com – Sejumlah anak tampak bercanda riang di ruang bermain daycare di desa Kadirejo, Gunungpati, Semarang. Mereka dititipkan oleh orang tuanya karena alasan khusus, yakni pemantauan stunting atau tengkes.

Anak-anak itu ditangani di salah satu penitipan atau Daycare milik Pemkot Semarang, yakni Daycare Rumah Pelita. Dwi Sayekti Kadarini bersama puluhan kader sehari-hari memantau tumbuh kembang anak-anak itu di daycare. 

Rumah Pelita adalah daycare yang dikhususkan untuk anak-anak stunting atau yang terindikasi stunting. Program ini diluncurkan sejak awal 2023. Kini, sudah 11 daycare Rumah Pelita yang tersebar di seluruh plosok kota Semarang.

Rumah Pelita merupakan daycare khusus stunting yang fokusnya pada pola asuh, pemenuhan asupan gizi, serta mendekatkan akses pelayanan kesehatan. Yang perlu diketahui, daycare ini gratis.

Untuk menurunkan stunting, perlu pendekatan sensitif dan spesifik. Di Rumah Pelita, dua hal ini dilakukan dengan kolaborasi multisektor.

Anak yang diketahui stunting dan orang tuanya tidak dapat mengasuh karena bekerja, maka dapat menitipkan anaknya.

Di sini, anak akan dipantau asupan gizinya. Tidak hanya itu, anak-anak akan distimulasi tumbuh kembangnya dengan berbagai kegiatan sesuai usianya.

Bahkan di ruang yang nyaman, anak yang dititipkan akan mendapatkan tidur siang. Diharapkan, tidur siangnya pun berkualitas. Selain itu, si kecil juga akan diperiksa kondisi kesehatannya secara berkala.

Tak hanya menguntungkan si kecil, Rumah Pelita juga diharapkan dapat membantu ayah bunda dalam pola asuh. Di sini, orang tua akan mendapatkan kelas parenting tentang pengasuhan anak stunting.

Daycare ini tidak selamanya. Sebab, anak yang sudah dinyatakan tidak tengkes, artinya lulus dan tidak lagi dititpkan di daycare. Harapannya, orang tua dapat mengasuh sendiri dengan standar yang sudah ditetapkan oleh daycare.

Menurut Dwi, berdasarkan pengamatannya di daycare Rumah Pelita, stunting bukan hanya soal kekurangan ekonomi. Ada beragam sebab lain yang bisa membuat anak jadi stunting.

"Ditinggal ibunya bekerja lalu dititipkan ke neneknya, ternyata dikasih makan yang kurang tepat," tuturnya, Jumat (26/7).

Wilayah Kadirejo, lanjut Dwi, memang sudah zero stunting sejak dua tahun terakhir. Namun, intervensi terus dilakukan agar mereka yang rawan stunting bisa tumbuh normal.

Oase Orang Tua yang Bekerja

Program ini menjadi oase bagi para orang tua yang bekerja dan tak memiliki pengasuh. Anak-anak yang sudah teridentifikasi mengalami stunting dititipkan sejak pagi dan dijemput sore hari, dengan pendampingan intensif oleh tenaga kesehatan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore