Mahasiswa Petra Christian University (PCU) dan Mahasiswa asing dari sejumlah Negara melakukan aksi bersih-bersih sungai dalam International Community Outreach Program (iCOP) 2025 di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (26/7).
Petra Christian University (PCU) menggelar Community Outreach Program (iCOP) untuk para mahasiswa. Pesertanya tidak hanya mahasiswa Petra Christian University, ada juga mahasiswa dari kampus lain maupun kampus luar negeri. iCOP merupakan pengabdian masyarakat. Para mahasiswa itu tinggal dan makan di rumah warga yang tersebar di tiga Kecamatan wilayah Kabupaten Mojokerto. Menariknya, peserta dari mahasiswa asing merasakan pengalaman pertama menggunakan kakus jongkok.
Wahyu Zanuar Bustomi, Mojokerto
Menggunakan sepatu boots, Daniëlle Muizelaar memungut sampah di sungai desa wisata Jembul. Pengalaman itu tak pernah dirasakan sebelumnya di Belanda. Apalagi sampah yang diangkat bersama tim hampir 9 kwintal. Maklum, aliran itu tempat bertemunya tiga sungai di kaki gunung Anjasmoro.
Dani baru pertama ke Indonesia. Mahasiswa Inholland University itu begitu akrab dengan peserta iCOP dan tim PCU yang mendampinginya. Dia bercerita tentang culture shock yang dialaminya selama lebih dari seminggu. Dirinya kaget dengan kaskus jongkok. "Di Belanda tidak ada seperti itu," ucapnya sambil tertawa.
Tahun ini, peserta iCOP terdapat 152 mahasiswa dari enam negara dan 9 kampus. Tiga di antaranya kampus dari Indonesia. Yakni, Universitas Katolik Widya Mandira, Unesa, dan PCU. Sementara itu, 81 mahasiswa berasal dari internasional. Total ada enam negara yang menjadi peserta. Yakni, Korsel, Belanda, Hongkong, Jepang, Taiwan dan Indonesia. Semuanya disebar di 6 dusun, lima desa dan 3 Kecamatan. Setiap desa memiliki program masing-masing. Misalnya di tempat Dani, Desa Jembul, Jatirejo.
Bersama timnya, Dani menggagas penanganan lingkungan dari sampah. Menggandeng komunitas sungai watch, warga sekitar dan Dinas lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Mojokerto.
Mereka membuat kegiatan Riverine Youth Action For Clean Future. Tidak hanya membersihkan sampah di sungai, tapi juga memberi edukasi ke warga hingga siswa SD. "Warga sering kali membuang sampah ke sungai atau membakar," kata Felix Petra Sanjaya.
Peserta iCOP juga mengajarkan budaya ke sekolah SD di sekitar. Salah satunya Kim In Ha, peserta asal Korsel itu akan mengajari budaya dan permainan tradisional Korsel. Menurut dia, tidak ada hambatan besar meski baru 9 hari di Mojokerto. "Makanannya enak dan di sini lebih dingin dibanding Korsel," ucapnya. Maklum, Kim berada di desa yang ada di lereng gunung Anjasmoro sehingga sejuk.
Kim dan mahasiswa Korsel lain punya misi khusus. Mereka ingin siswa SD bisa membayangkan tentang Korsel. Kim Hui Jeong misalnya, dia akan melatih siswa SD membuat mural. Tujuannya agar ada pengalaman yang berkesan. Menariknya, Dani dan mahasiswa internasional lainnya punya makanan favorit. Seperti pisang goreng, tempe, tahu, dan sate.
Setiap desa memiliki program sendiri. Mereka menyesuaikan potensi yang bisa dikembangkan di setiap desa. Misalnya di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo. Disana, peserta iCOP membuat pengembangan kolam ikan lele. Selain itu mereka juga ingin mengembangkan desa Rejosari menjadi desa wisata kopi.
Mereka juga melebur bersama warga. Bahkan, salah satu Daan Van Eck sengaja datang dengan membawa donasi dari Belanda. Sebelum berangkat, Daan berhasil mengumpulkan donasi 1.100 Euro. Uang itu, dibuat untuk membantu kegiatan olahraga di dua dusun tempatnya tinggal. "Ada yang dibuat membeli bola voli, net hingga pendukung olahraga lainnya," ucapnya.
Salah satu mahasiswa Asing dari Belanda, Quincy (ketiga kiri) bersama Sejumlah mahasiswa Petra Christian University (PCU) membersihkan kolam yang dibuat untuk budidaya ikan dalam International Community Outreach Program (iCOP) 2025 di Desa Jembul, Kecam
Daan sengaja fokus pada olahraga. Mengingat dia kuliah jurusan olahraga di Inholland University. Pertama kali tiba dia sangat berkesan. Meskipun sempat kaget melihat kamar mandi. Kalau di tempatnya dengan shower. Di desa dia harus menggunakan gayung. Belum lagi harus duduk jongkok saat buang air besar. Kedepannya, Daan ingin kembali lagi ke Indonesia bersama orang tuanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
