Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Mei 2023 | 21.00 WIB

Tolak Jadi Debt Collector untuk Buktikan ke Ibu Bisa Berprestasi

BURU PRESTASI: Anak-anak muda belatih tinju di Sasana Tinju Richard Engkeng, Jakarta, Kamis (30/3/2023). Latihan tersebut diprakarsai Polsek Jagakarsa. - Image

BURU PRESTASI: Anak-anak muda belatih tinju di Sasana Tinju Richard Engkeng, Jakarta, Kamis (30/3/2023). Latihan tersebut diprakarsai Polsek Jagakarsa.

Inisiatif Polsek di Jakarta Selatan Mengatasi Tawuran lewat Jagakarsa Fight Club

Ada ratusan sekolah dan ribuan pelajar di Jagakarsa yang membuat kawasan di Jakarta Selatan itu rawan gesekan. Polsek Jagakarsa menyediakan latihan gratis tinju, kickboxing, dan taekwondo untuk mengarahkan energi anak-anak muda ke perburuan prestasi.

ILHAM WANCOKO, Jakarta Selatan

---

BERTUBI-TUBI bujuk rayu dari teman dan saudara untuk menjadi debt collector atau penagih utang terus ditolak Rizki Fauzan Sangadji.

Pemuda 23 tahun itu teguh ingin membuktikan kepada ibunya, Esthy Dalman Gorontalo, bahwa dia mampu berprestasi di olahraga adu jotos.

Apalagi, anak muda asal Maluku itu telah bertemu dengan lingkungan yang mendukungnya: Jagakarsa Fight Club (JFC). Berlatih tinju secara gratis yang ditempuhnya berkat inisiatif Kapolsek Jagakarsa Kompol Multazam Lisendra. Selain tinju, disediakan pula latihan gratis kickboxing dan taekwondo.

”Dengan bantuan Pak Kapolsek, saya janji akan membuktikan ke Mama bisa berprestasi membanggakan keluarga. Nantinya semoga bisa mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (30/4).

Dia menceritakan, niat awalnya datang dari Ambon ke Jakarta memang ingin meraih cita-cita sebagai petinju. Namun, jalan yang harus dia lalui ternyata panjang dan terjal.

Salah satu rintangan terbesar tentunya berasal dari lingkungan. ”Ke Jakarta mau jadi petinju, malah banyak yang menawari jadi debt collector (DC). Banyak saudara yang jadi DC soalnya,” ujarnya.

Tapi, keteguhannya untuk memburu prestasi di tinju kian menemukan jalan. Terutama setelah mengenal Kompol Multazam. ”Saya dikenalkan saudara ke Pak Kapolsek, yang benar-benar mendukung anak muda untuk berprestasi,” tuturnya.

Kini Fauzan terus menempa dirinya menjadi petinju di JFC. Sudah tiga kali mengikuti kompetisi atau event tinju. ”Dua kali menang dan satu kali kalah angka. Sudah ada dua medali yang didapatkan,” ujarnya.

Fauzan mengakui, banyak rekannya di JFC yang dulunya pelaku tawuran. Tapi, akhirnya mereka memilih fokus berlatih tinju.

Sama bersemangatnya dengan Fauzan adalah Muhammad Puja Alam. Anak muda kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 21 tahun lalu, itu sedang berkuliah di Jakarta. Dia memang pernah menggeluti tinju saat masih di pondok pesantren jenjang SMP dan SMA.

Tapi, cedera yang membekapnya memaksanya rehat selama setahun. ”Semangat itu timbul kembali setelah melihat di Instagram ada JFC. Dilatih gratis pula,” paparnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore