
TEROBOSAN: Rektor Institu Teknologi Telkom Surabaya Dr Tri Arief Sardjono (kanan) mencoba traktor autonomous dengan didampingi mahasiswa dan dosen.
Kemajuan teknologi tidak hanya membawa dampak buruk. Hal tersebut telah dibuktikan akademisi dari IT Telkom Surabaya. Kolaborasi epik antara dosen dan mahasiswa berhasil menciptakan produk baru. Yaitu, traktor autonomous yang mempermudah petani.
RAMADHONI CAHYA C., Surabaya
TRAKTOR itu diciptakan agar kinerja petani semakin efisien dan optimal. Petani tidak harus lagi membajak sawah dengan menggunakan traktor konvensional. Hal tersebut dirasa memakan waktu cukup lama karena dilakukan secara manual. Dengan traktor canggih itu, lahan bakal terbajak lebih cepat.
Alat tersebut merupakan ciptaan tiga dosen IT Telkom, yaitu Ardiansyah Al Farouq, Moch. Iskandar Riansyah, dan Rifku Dwi Putranto. Mereka merupakan tenaga pengajar di program studi (prodi) teknik komputer. Riset yang berlangsung selama satu tahun itu turut melibatkan setidaknya 10 mahasiswa dari berbagai prodi.
Farouq, seorang dosen IT Telkom, menerangkan bahwa traktor autonomous itu mengandalkan global positioning system (GPS). Bahkan, petani tak perlu repot-repot mengarahkan secara manual. Cukup membuat rute lahan sawah yang bakal dilalui traktor. Nanti traktor autonomous tersebut berjalan secara otomatis.
Pihaknya pun telah menyiapkan modul kendali khusus berlayar. ”Mulai pembuatan sejak April 2022,’’ katanya.
Pria berusia 29 tahun itu menerangkan, pengembangan traktor tersebut bermula dari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Bahwasanya, tidak ada penambahan jumlah petani yang signifikan.
Padahal, kebutuhan pangan masyarakat terus bertambah. Dengan demikian, traktor canggih itu diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produksi tani. ”Di Indonesia selama ini stagnan di angka 33 juta saja,’’ ungkap dia.
Pihaknya pun tidak gegabah memilih traktor sebagai ide riset. Studi literatur, studi lapangan, bahkan berdiskusi dilakukan. Dengan menggandeng UPT Pengembangan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Puspa Lebo.
Ternyata, banyak bantuan traktor yang tidak terpakai dengan beragam faktor. Misalnya, tidak ada SDM yang kompeten mengoperasikan. ”Juga menjadi salah satu peralatan yang paling sering digunakan di pertanian,’’ katanya.
Traktor itu ditunjang dengan prosesor ARM Cortex V8 dengan kecerdasan buatan hasil pengembangan pihaknya. Bahkan, beberapa komponen dibuat khusus oleh timnya. Tidak usah khawatir traktor tersebut diretas. Pihaknya telah menyiapkan sistem keamanan yang memadai meski terbilang sederhana.
Alumnus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya itu mengungkapkan, biaya produksi terbesar terletak pada pembuatan sistem kendali. Satu set controller itu bisa mencapai Rp 10 juta.
Sedangkan, harga mesin traktor konvensional Rp 15 juta. Jika dihitung keseluruhan, biaya produksi mencapai Rp 30 juta. ”Kami optimistis bisa membantu pekerjaan petani,’’ tuturnya.
Pengembangan lanjutan bakal dilakukan bertahap selama 2 hingga 3 tahun ke depan. Sementara itu, Rektor IT Telkom Dr Tri Arief Sardjono mengatakan, traktor tersebut diharapkan dapat segera diuji coba di sawah secara langsung. (*/c6/git)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
