
PISAU PEMOTONG: Sebuah pisau pemotong otak mejadi salah satu koleksi museum
JawaPos.com - Suasana sepi dan nuansa klasik seketika tersaji di Museum Kesehatan Jiwa, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Museum ini berada di rumah tua berusia ratusan tahun. Bangunan khas kolonial Belanda masih berdiri kokoh. Bangunan dangan aroma vintage juga masih dipertahankan. Hanya lantainya saja yang sudah disulap menjadi keramik.
Rabu (4/4) sore, hanya ada beberapa pengunjung di Museum Kesehatan Jiwa Lawang. Mereka berkeliling menyaksikan ratusan koleksi di museum ini.
Museum Kesehatan Jiwa ini menyimpan koleksi soal kesehatan jiwa dan RS Radjiman Wediodiningrat yang merupakan salah satu rumah sakit jiwa yang memiliki latar belakang pemandangan yang bagus.
Begitu masuk, pengunjung akan disambut sepasang patung laki-laki dan perempuan. Keduanya menggunakan busana warna putih. Patung perempuan mengenakan semacam gaun two piece dengan rok lebar. Pada tangannya terdapat koper.
Sementara itu, si patung laki-laki juga mengenakan busana warna putih lengkap dengan stetoskop. Ada keterangan di bawah kedua patung itu. Namun, dituliskan dalam Bahasa Belanda.
"Busana yang dipakai patung itu adalah seragam petugas kesehatan zaman Belanda," kata Mashud, staf museum yang menemani JawaPos.com.
Berbelok ke kanan, mengikuti alur perjalanan, akan menemukan satu set meja kerja klasik berusia ratusan tahun yang masih terawat dengan apik.
Selanjutnya, pengunjung juga akan mendapati ruangan khusus yang menyimpan segala sesuatu soal film. Misalnya saja proyektor hingga kaset-kaset jadul.
Masuk ke ruangan selanjutnya, pengunjung akan disambut dengan pemandangan yang mampu membuat bulu kuduk merinding. Bukan karena seram melainkan ruangan ini menyajikan aneka alat kesehatan yang digunakan untuk menyembuhkan dan merawat pasien dengan penyakit jiwa.
Sehingga, bayangan metode penyembuhan pasien penderita gangguan jiwa di zaman dulu segera terlukis.
Terdapat bak khusus yang digunakan untuk merendam pasien yang memiliki penyakit mudah panik. Di keterangan yang tertulis, cara itu bukan bentuk penyiksaan. Melainkan salah satu metode yang digunakan untuk menyembuhkan pasien panik dan kambuh.
Ada juga baju khusus serta alat-alat untuk terapi lainnya. Yang paling menarik perhatian JawaPos.com dari alat kesehatan di museum itu adalah pisau pemotong otak.
Pisau ini berbentuk rumit, berbahan logam yang cukup berat. Tuasnya dapat diungkit. Dalam keterangan tertulis di samping pisau itu, alat menyeramkan itu digunakan tahun 1920 hingga tahun 1940.
Merujuk keterangan Staf Museum, Mashud, alat itu memang digunakan untuk memotong otak. Cara kerja yang dibeberkan Mashud, membuat JawaPos.com bergidik ngeri membayangkannya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
