Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 00.42 WIB

Sejarah Singkat Mengapa R.A. Kartini Diangkat Sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno

Caption Foto dan sumber: R.A. Kartini bersama adik-adiknya Kardinah dan Rukmini. (sumber: Tangkapan layar dari BPM Riau) - Image

Caption Foto dan sumber: R.A. Kartini bersama adik-adiknya Kardinah dan Rukmini. (sumber: Tangkapan layar dari BPM Riau)

JawaPos.com - Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap dari Pahlawan Nasional R.A. Kartini.

Kartini atau yang mempunyai nama panggilan istimewa dari keluarganya Trinil ini merupakan sosok perempuan pencetus emansipasi wanita di Indonesia.

Presiden Soekarno pada tahun 1964 tepatnya pada tanggal 2 Mei, menetapkan sosok Kartini sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Kartini yang merupakan anak dari bangsawan Jepara, termasuk orang yang berani, aktif dan cerdas, sehingga memiliki pemikiran yang maju pada saat itu.

Walaupun sekolah yang ditempuh hanya sampai umur 12 tahun, tapi sosok perempuan yang lahir di Jepara ini memiliki pandangan yang luas terhadap wanita pada zamannya.

Kondisi patriarki pada saat itu, membuat Kartini merasa kebebasan dan hak perempuan zaman dulu sangatlah terbatas.

Seperti kisahnya yang dilansir dan dirangkum dari Budaya Jogja dan BPM Riau Kemendikbud, Kartini yang harus dipingit atau dikurung di dalam rumah pada saat umur 12 tahun dan tidak dapat meneruskan sekolahnya.

Berkat rasa penasaran dan kegigihannya terhadapt hak dan kebebasan wanita yang terbatas inilah yang mebuat dia tidak hanya duduk diam.

Selama dipingit, Kartini banyak mengirim surat untuk teman-teman dan gurunya di Belanda. Dengan kemampuan bahasa belanda yang dia pelajari di sekolahnya dulu.

Kartini juga banyak membaca koran-koran dan tulisan dari media Belanda yang dikirimkan oleh De Locomotief, surat kabar dari Semarang yang ada di bawah asuhan Pieter Brooshoof.

Buku-buku dan surat kabar yang dikirimkan berisi tentang gagasan-gagasan, roman beraliran feminisme dan Kebebasan wanita-wanita di Belanda.

Selain itu, pada waktu masih kecil Perempuan muda itu juga pernah mengirimkan tulisan kepada salah satu majalah Belanda yaitu De Hollandsche Lelie.

Tentang pengetahuan yang dia rangkum dan dituliskan dalam berbagai catatan kecil. Hal ini membukktikan bahwa sang pahlawan Nasional orang yang sangat pemerhati ilmu pengetahuan.

Putri Jepara itu juga pernah menuliskan sebuah surat kepada temannya Estelle atau Stella yang berisi harapan untuk mendapatkan pertolongan dari luar tentang hak dan emansipasi wanita di Indonesia.

Bukan hanya tentang emansipasi terhadap wanita, Kartini juga seorang yang peduli terhadap keadaan sosial di sekitarnya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore