Game Misteri Rumah Pak RT dibuat lima alumnus mahasiswa UK Petra, dari kiri Jeremy Ryanto, Justin Jonathan, Indra Hero, Johansen Junias, dan Felicia Tania.
Lima alumnus UK Petra berhasil membuat tugas akhir kuliahnya menjadi game horor berjudul Misteri Rumah Pak RT. Pengerjaan permainan itu membutuhkan waktu delapan bulan.
RAMADHONI CAHYA C. Surabaya
RUMAH Pak RT itu dipenuhi monster-monster ganas yang berkeliaran. Pintunya terkunci rapat. Untuk keluar dari rumah tersebut, pemain harus menemukan lima kunci yang tersebar di penjuru rumah.
Tak mudah menemukan kunci itu. Pemain harus gesit. Apabila tidak waspada, monster buas tersebut bisa menangkap sang pemain.
Ya, itu adalah gambaran game buatan Johansen Junias, Justin Jonathan, Jeremy Ryanto, Felicia Tania, dan Indra Hero. Mereka adalah alumnus UK Petra Surabaya. Nama game-nya, Misteri Rumah Pak RT. Game bergenre horor itu dapat dimainkan lebih dari satu orang atau multiplayer maupun single player.
Misteri Rumah Pak RT sudah diunggah di Steam, platform game. Game itu telah diunduh lebih dari 20 ribu kali. ’’Sudah dilihat lebih dari 900 ribu pengguna Steam,’’ ucap Johan, sapaan akrab Johansen Junias, kemarin (2/10).
Game itu bisa dimainkan melalui desktop. Pemainnya mendapat satu senter dengan durasi tertentu untuk mencari kunci. Jika baterai telah habis, pemain harus mencari batu daya baru di area rumah Pak RT.
Menurut Johan, awalnya game itu merupakan tugas akhir kuliah. ’’Namun, eman rasanya jika sekadar sebagai penilaian,’’ ucapnya.
Judul game tersebut awalnya adalah Laughing Clown. Mereka lantas merombak namanya agar memiliki unsur ke-Indonesia-an. Serta, lebih terkesan lucu dan menarik perhatian pemain.
Durasi menuntaskan permainan itu bervariasi, tapi rata-rata antara 20 hingga 30 menit. ’’Pilih tema horor karena cukup seru, populer, dan menguji nyali pemain,’’ papar Johan.
Pengerjaan Misteri Rumah Pak RT membutuhkan waktu delapan bulan. Perinciannya, 5 bulan pertama saat menempuh mata kuliah dan 3 bulan setelah lulus dari mata kuliah.
Ditambah proses publikasinya yang membutuhkan waktu satu bulan. Sebab, mereka harus membuat video trailer, poster, dan deskripsi game. ’’Kami pakai software unreal engine dan blender,’’ jelas Johan.
Ada tantangan tersendiri saat pengerjaan game tersebut. Di antara lima mahasiswa itu, tidak ada yang bisa membuat aset desain game. Sebab, background Johan, Justin, Jeremy, Felicia, dan Indra adalah mahasiswa IT, bukan desainer.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
