Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2020 | 22.46 WIB

Web Series, 'Sekolah' Baru Rocket Rockers di Masa Pandemi

TANTANGAN BERAKTING: Ozom (dua dari kiri) dan Bisma (dua dari kanan) bersama para talent di sela syuting Thumb Band The Series. (ROCKET ROCKERS FOR JAWA POS) - Image

TANTANGAN BERAKTING: Ozom (dua dari kiri) dan Bisma (dua dari kanan) bersama para talent di sela syuting Thumb Band The Series. (ROCKET ROCKERS FOR JAWA POS)

Web series mereka bercerita tentang banyak hal, mulai soal meng-cover lagu K-pop sampai istri yang ’’gahar” kepada suami. Kekhawatiran kreativitas mandek kalau tak dapat wadah lebih besar ketimbang ketakutan tak bisa akting.

FARID S. MAULANA, Jakarta, Jawa Pos

---

DUA dekade lebih mereka bertahan. Dengan pilihan genre di luar arus besar: pop punk. Tapi, kenapa tiba-tiba berbelok dengan meng-cover ke K-pop?

Pakai acara nge-dance juga tentunya. Misalnya, Khrisna Bharata Yudomartono alias Ozom, si drumer yang mendadak gemulai mengikuti Love Scenario dari Ikon.

’’Jika tidak mengubah konsep bermain, tentu akan sulit mendapatkan job virtual selama pandemi korona,” kata Ozom.

Oh, jadi pengin nyemplung ke arus besar? Apa tak takut ditinggal penggemar loyal mereka?.

Hehehe, tenaaang wahai para fans Rocket Rockers. Penggalan cerita di atas hanya salah satu sinopsis dari web series bernama Thumb Band The Series yang dikeluarkan band pemilik hit Ingin Hilang Ingatan itu.

Web series yang ada di website label pribadi Rocket Rockers itu menjadi salah satu wadah kreatif para personel dan kru. Wadah kreativitas baru itu diperlukan seiring menyusutnya pemasukan band setelah banyak event manggung yang batal karena pandemi korona.

Tapi, tentu bukan perkara mudah bagi Rocket Rockers ketika memutuskan membuat web series berkelanjutan di website Richmusiconline.com itu. Kesulitan terbesar: mereka tidak punya dasar akting yang paten.

Namun, keinginan agar sisi kreatif tidak mandek gara-gara jarang manggung selama pandemi lebih besar daripada ketakutan tak bisa berakting. Lagi pula, karakter yang dimainkan tiga personel di dalam serial tersebut tidak berbeda jauh dengan keseharian mereka. ’’Kami senang-senang saja ngerjainnya, tidak jadi beban meski secara teknis banyak kekurangan,’’ terang Manajer Rocket Rockers Mochamad Andika.

Malah, menurut dia, hal tersebut bagian terseru dari pembuatan web series. Take berulang-ulang membuat Ozom, Aska Pratama (gitar, vokal), dan Bisma Aria Nugraha (bas) banyak belajar tentang film.

’’Kami akhirnya mengerti bagaimana pra, hari H, dan post produksi serial itu seperti apa. Perlu diketahui juga, per episode kami hanya habiskan waktu satu hari untuk syuting,’’ ujar pria yang akrab disapa Dika tersebut.

Sejauh ini, Thumb Band The Series season pertama sudah menelurkan empat episode. Ozom, Aska, dan Bisma juga melibatkan sejumlah talent yang tidak jauh dari lingkaran pertemanan para personel band. Teman-teman sejawat di kancah musik underground.

Sebut saja vokalis metal eks band Lose It All Phopi Ratna Agustina, Ink Mary dari band Rosemary, hingga Ijan dari Closehead Reunion. Talent-talent tersebut juga memerankan karakter yang tidak berbeda dengan keseharian mereka.

Sebut saja Phopi. Di episode pertama Thumbs Band The Series, dia memerankan istri Ozom. Kegaharannya di atas panggung dengan balutan musik cadas diimplementasikan pada peran seorang istri yang kejam kepada suami.

’’Kami tidak ngasal memilih talent. Kami pilih dulu karakternya sesuai dengan rangkaian cerita yang sudah dibuat, lalu kami kontak teman yang kami rasa cocok,” kata Dika.

’’Alhamdulillah, mereka dibayar secara profesional, loh,’’ lanjutnya.

Rocket Rockers sejauh ini telah menelurkan lima album. Kelimanya adalah Better Season, Soundtrack for Your Life, Ras Bebas, Merekam Jejak, dan Tons of Friends. Konsistensi mereka di pop punk telah melahirkan sederet fans yang loyal.

Tapi, pandemi Covid-19 benar-benar mencekik industri hiburan. Konser-konser virtual memang bermunculan sebagai pengganti panggung-panggung pertunjukan.

Tapi, tidak banyak tempat untuk band pop punk. Padahal, band atau musisi tak cuma punya tanggung jawab kepada keluarga, tapi juga kru di belakang mereka. Jadi, jalan survival sekaligus untuk menjaga kreativitas harus dicari.

Aska yang juga banyak berperan sebagai sutradara menyebut Thumbs Band The Series bukan hanya ’’pengisi waktu” selama pandemi. Lebih dari itu, serial yang dibuat juga dikhususkan kepada ekosistem yang selama ini terlibat di dalam band yang berdiri di Bandung pada 1999 itu. Yakni, personel, kru, dan rekan-rekan musisi.

Ekosistem itu ingin tetap dihidupkan dengan cara yang berbeda. Sebab, bermusik di atas panggung sudah sangat sulit pada masa pandemi. ’’Akhirnya kru-kru bisa belajar ilmu lain di luar, bantu kami ketika manggung,’’ paparnya.

Banyak hal yang jadi inspirasi dari cerita-cerita dalam series tersebut. Intinya, dari keseluruhan film, serial, hingga kartun yang pernah ditonton para personel dan kru.

Semua ide tersebut digabung jadi satu untuk dibuatkan materi cerita dalam satu episodenya. ’’Kami juga dibantu komika asal Bandung, Guzman Sige dan Kuns Kurniawan, yang sudah berpengalaman membuat cerita dan skrip untk web series dan tayangan televisi,’’ katanya.

Soal kenapa dirinya yang banyak berperan jadi sutradara dan pemeran dalam web series Thumb Band The Series? Menurut Aska, itu karena dibandingkan personel lain, pengalamannya berakting paling lumayan.

Sejak kecil, sekitar usia 6 tahun, Aska kerap kali bermain dalam operet Lebaran di TVRI Nasional. Bahkan, pernah juga tampil di sinetron TVRI daerah.

’’Dari situ mungkin ada sedikit pelajaran-pelajaran yang masih saya ingat secara tidak sadar,’’ ucapnya.

Selain itu, konsep tiap kali Rocket Rockers manggung jadi alasan lain. Aska menambahkan, bandnya selalu punya tema-tema berbeda. Misalnya saja ketika tampil di Synchronize Fest 2018 yang memakai kostum legenda-legenda musik.

Aska mengenakan kostum ala almarhum Rama Aiphama, Bisma (basis) memakai kostum Marilyn Monroe, dan Ozom ala-ala vokalis band Emo. ’’Itu yang kemudian saya terapkan ketika jadi sutradara Thumbs Band The Series. Semua departemen harus diperhatikan dengan baik karena orang bisa mengambil sudut pandang berbeda,’’ jelasnya.

Sampai kapan Thumb Band The Series diproduksi, Dika menegaskan: selamanya. Saat ini Rocket Rockers sudah mengerjakan season kedua untuk Thumb Band The Series. ’’Akan ada empat episode. Doakan season-season selanjutnya terus ada hingga tak terhingga,’’ harapnya.

Apa yang dilakukan Rocket Rockers itu ternyata cukup mendapat respons positif dari berbagai pihak. Ozom menyebut banyak musisi indie dan underground dari Malaysia yang memuji apa yang sudah dihasilkan Rocket Rockers.

’’Bahkan kata mereka, Rocket Rockers jadi band pertama di dunia yang membuat web series seperti ini. Faktanya saya tidak tahu (apakah kami yang pertama), tapi dipuji seperti itu ya bersyukur sih,’’ kata Ozom.

Sementara itu, Aska dan Dika menganggap Thumb Band The Series ’’sekolah’’ baru buat Rocket Rockers. Yang banyak mengajarkan mereka hal-hal baru di luar panggung dan musik yang hampir selama 21 tahun dijalani.

’’Terutama bagaimana kami melibatkan seluruh kru dalam produksi web series ini. Kami juga sampai saat ini masih belajar bagaimana menyampaikan pesan dari isi cerita setiap web series agar bisa masuk ke para penontonnya,’’ beber Dika.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=QdchmFcyoO4

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore