AMAN DAN DAMAI: Aksi teatrikal visualisasi Jalan Salib di Gereja Santo Mikael, Kecamatan Krembangan, pada April lalu. Di Kecamatan Krembangan, sejumlah tempat ibadah berdekatan.
Di antara seribu Kampung Moderasi Beragama di Indonesia, tiga wilayah berada di Surabaya. Salah satunya adalah Kecamatan Krembangan. Perbedaan suku, budaya, dan agama membuat kehidupan sosial antarumat semakin rukun dan damai.
SEPTIAN NUR HADI, Surabaya
KEBERAGAMAN tersebut terjadi sejak lama. Warga setempat menganut agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Rumah ibadah berdiri saling berdampingan.
Pura Agung Jagat Karana (PAJK) di Jalan LumbaLumba, Kelurahan Perak Barat, misalnya. ”Selain berdekatan dengan masjid, tempat ibadah itu berlokasi di permukiman penduduk yang mayoritas muslim,’’ kata Kepala Rumah Tangga PAJK Agung Raditia.
Meski begitu, tak terjadi diskriminasi di masyarakat. Justru sebaliknya, warga saling bantu. Agung mencontohkan saat peringatan Hari Raya Nyepi.
”Sebagai bentuk toleransi dan penghormatan, suasana di area pura menjadi hening. Sementara, masjid tidak menggunakan pengeras suara saat melaksanakan ibadah,” ungkapnya.
Warga setempat juga membantu pengamanan wilayah. Dengan begitu, seluruh umat Hindu bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.
”Keberadaan Kampung Moderasi Beragama ini memberikan dampak positif. Meski berbeda keyakinan, antarumat beragama saling hidup rukun dan damai,” ujar pria 55 tahun tersebut.
Keguyuban antarumat beragama dan tingkat toleransi yang tinggi membuat Kementerian Agama (Kemenag) menjadikan Kecamatan Krembangan sebagai wilayah percontohan Kampung Moderasi Beragama.
Diketuai Nur Hasan, kepala KUA Kecamatan Krembangan, Kampung Moderasi Beragama dibentuk pada 15 Mei 2023. Selain di Krembangan, Kampung Moderasi terdapat di Kecamatan Sambikerep dan Genteng.
Hasan menjelaskan, penunjukan Kecamatan Krembangan sebagai percontohan Kampung Moderasi Beragama bukan hanya karena keberadaan tempat ibadah. Toleransi serta keguyuban antarumat beragama juga menjadi perhatian khusus Kemenag.
Melalui program Kampung Moderasi Beragama, komunikasi dan silaturahmi terhadap antarlintas agama semakin diperkuat. ”Di sini (Krembangan) bisa disebut miniatur Indonesia. Berbagai suku, budaya, dan bangsa terdapat di dalamnya,” papar pria 59 tahun tersebut.
Melalui Kampung Moderasi Beragama, hubungan antarumat makin solid. Kegiatan sosial sering dilakukan bareng-bareng. Misalnya, mengumpulkan dan membagikan sembako kepada warga, membersihkan tempat ibadah, serta rutin melakukan pertemuan antarlintas agama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
