PRESTASI: Empat siswa dari Nola School berhasil meraih penghargaan di ajang JDIE. Mereka membuat mesin pengingat Habito.
Habito buatan siswa Nola School berhasil menyabet dua penghargaan pada kompetisi JDIE di Jepang. Alat itu berfungsi mengingatkan siswa untuk mengerjakan tugas hingga membantu lansia minum obat tepat waktu.
MARIYAMA DINA, Surabaya
MURID homeschooling Nola School Surabaya tidak kalah oleh siswa sekolah unggulan lainnya. Alexander Petra Pujiono, Clay Azarel Pramudya, Edward Roven Lie, dan Samantha Cordelia Chajadi sudah membuktikannya saat mengikuti kompetisi Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE).
Mereka berhasil menyabet silver award hingga special gold award dalam ajang tersebut. Empat siswa itu membuat Habito. Sebuah alat pengingat. Nama alat itu diambil dari kata bahasa Inggris habit yang berarti kebiasaan.
Bentuknya ada yang bulat, ada juga yang agak kotak. Yang bulat untuk anak-anak. Sedangkan yang agak kotak diperuntukkan bagi lansia.
Cara mengoperasikan alat tersebut gampang. Tinggal dipindai, setelah itu lampu indikator akan menyala. Kemudian, alat itu akan mengirimkan notifikasi pada gadget yang sudah mengunduh aplikasi Habito.
Kepala Pengembangan Maker Space Program Nola School Onggo Susilo mengatakan, anak-anak didiknya membuktikan bahwa mereka bisa bersaing di ajang internasional.
Sebenarnya, dua di antara empat anak itu disleksia. Petra misalnya. Dia tidak bisa melihat angka lama-lama. Clay juga tidak bisa fokus dalam membaca untuk rentang waktu yang panjang.
Lewat program maker space, empat siswa itu diajak belajar hal yang tidak terlalu akademis. Mereka memilih kelas robotik. Program maker space melatih mereka dalam berlogika.
”Ini membuat mereka percaya diri,” ucap Onggo.
Petra, salah seorang anggota tim Habito, menjelaskan bahwa inovasi itu bermula dari kebiasaannya yang sering lupa membereskan pekerjaan seharihari. Mulai merapikan kasur hingga membuang sampah.
”Dari situlah ide bikin Habito ini lahir,” jelasnya saat ditemui di sekolahnya, Kamis (3/8).
Habito tidak hanya berguna sebagai alat pengingat bagi anak-anak untuk mengerjakan tugas mereka. Habito juga memiliki versi untuk lansia. Fungsinya mengingatkan lansia untuk minum obat. ”Jadi, target kami di ajang selanjutnya bisa dapat gold award,” sambung Clay optimistis.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
