BELAJAR SAMBIL BERWISATA: Pengunjung melihat koleksi fasilitas riset satwa nasional animalium BRIN di Cibinong, Kabupaten Bogor (5/7).
Animalium tidak menjual tiket masuk sebagaimana kebun binatang, melainkan paket edukasi yang berlangsung 2,5–3 jam. Dibuat berdasar riset-riset BRIN selama ini.
M. HILMI SETIAWAN, Kab Bogor
---
SAYAP burung adalah kaki depan yang berevolusi. Nenek moyang burung yang kala itu beradaptasi hidup di pohon menggunakan sayap untuk meluncur ke pohon lain.
Di animalium milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Cibinong, Kabupaten Bogor, tambahan pengetahuan seperti itu bisa didapat lewat narasi yang dipajang di dinding lobi tempat memajang burung serta telur. Ada pula penjelasan lain tentang kenapa burung bermigrasi, misalnya.
’’Animalium dibuat berdasarkan berbagai riset BRIN, termasuk soal satwa liar. Yang membedakannya dengan kebun binatang, tujuan utama animalium wahana edukasi meskipun tetap ada kandungan rekreasinya,” kata Public Relation Animalium Rica Crystaliani kepada Jawa Pos kemarin (24/7).
Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri meresmikannya pada 5 Juli lalu, tapi sejatinya animalium dibuka untuk umum sejak Maret lalu. Berdiri di atas lahan 1,5 hektare, koleksinya terdiri atas hewan hidup dan replika.
Di lobi utama, pengunjung bakal disambut Kingdom Animalia atau dunia hewan. Terbagi dalam dua kelompok besar: vertebrata (hewan bertulang belakang) dan invertebrata (hewan tidak bertulang belakang).
Semua koleksi di lobi utama itu replika. Bagian tengah dilengkapi dengan monitor layar sentuh. Pengunjung bisa memilih kelompok hewan yang diinginkan. Vertebrata, misalnya, yang dijajal Jawa Pos di sela peresmian pada Rabu tiga pekan lalu (5/7), lampu sorot langsung mengarah ke kelompok hewan bertulang belakang.
Ada koleksi telur burung paling kecil milik prenjak Jawa di lobi tempat memajang telur dan burung. Yang paling gede? Telur burung gajah yang mencapai 10 kg atau 150 kali berat telur ayam.
Total ada lima lobi dengan berbagai tema. ”Ada pula lima exhibit dan lima aviary,” kata Rica.
Konsekuensi sebagai wahana edukasi, lanjut Rica, animalium tidak menjual tiket masuk layaknya kebun binatang. Melainkan paket edukasi. Harganya berkisar Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu per orang.
Setiap orang nanti mendapatkan paket buku dan alat tulis. ”Isinya adalah pertanyaan-pertanyaan, yang bisa dijawab selama menyusuri sudut demi sudut dari animalium,” katanya.
Total paket edukasi berkeliling wahana animalium selama 2,5 jam sampai dengan 3 jam. Setiap kelompok atau orang yang berkunjung bakal didampingi oleh pemandu edukasi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
