
Dani Carvajal (Spanyol)- Federico Dimarco (Italia).
JawaPos.com – Sejak ditangani Luciano Spalletti per 1 September 2023, Italia mencatat 7 kemenangan dan 3 hasil imbang dalam 11 laga. Artinya, juara bertahan Piala Eropa itu hanya kalah sekali.
Tentu banyak faktor penyebab. Tapi, kuatnya pertahanan yang jadi salah satu identitas sepak bola Italia selama ini tentu memainkan peran penting. Termasuk saat mereka mengalahkan Albania 2-1 dalam laga pertama grup B Euro 2024.
Charis Yulianto, mantan bek tim nasional Indonesia yang pernah menjadi bagian dari program PSSI Baretti di Italia, menilai cepatnya proses adaptasi Spalletti bersama Gli Azzurri disebabkan eks pelatih Napoli itu tidak mengubah kultur sepak bola Italia.
Bagi para pelatih Italia, skema apa pun yang hendak mereka kembangkan, catenaccio adalah ”kurikulum” yang ditanamkan kepada para pemain sejak usia dini. ”Makanya, tak heran banyak pemain belakang hebat yang lahir di Italia. Ada Franco Baresi, Paolo Maldini, dan Leonardo Bonucci,” ujar Charis kepada Jawa Pos kemarin (19/6).
Sepeninggal duet Giorgio Chiellini-Leonardo Bonucci yang berperan besar atas kesuksesan mereka di Euro 2020, kini Gli Azzurri dibentengi para ”difensore” generasi baru. Ada Alessandro Bastoni (25 tahun), Andrea Cambiaso (24 tahun), dan Federico Dimarco (26 tahun).
Bahkan, nama yang disebutkan terakhir itu menciptakan satu umpan gol dalam pertandingan Italia melawan Albania. Saat itu bek Inter Milan tersebut melepaskan umpan yang diteruskan Bastoni.
Tapi, Charis menilai lini belakang Italia diuji melawan Spanyol dini hari nanti di Stadion Veltins-Arena, Gelsenkirchen. Sebab, di laga pertama, La Furia Roja memperlihatkan keagresifan dengan membekuk Kroasia 3-0.
”Saya rasa Italia bisa mengimbangi Spanyol saja sudah cukup bagus,” ungkap mantan pemain Persija Jakarta itu.
Sebagai pemain yang pernah menimba ilmu di Italia, Charis mendoakan yang terbaik bagi skuad asuhan Spalletti. Menurut dia, kunci agar Italia bisa mengimbangi permainan La Furia Roja adalah bermain sabar. Jangan sampai terbawa ritme permainan Spanyol. (fiq/c19/ttg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022