Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Abdul Rahman
Minggu, 1 November 2026 | 17.25 WIB

Sentilan Keras Bintang Emon kepada Raffi Ahmad Buntut Acara Deklarasi Mahasewa di Bundaran HI

Komika Bintang Emon - Image

Komika Bintang Emon

JawaPos.com - Polemik kehadiran Raffi Ahmad dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda mahasewa yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026, terus menuai sorotan publik. Kali ini, komika Bintang Emon melontarkan kritik tajam kepada presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni tersebut.

Bintang Emon mempertanyakan alasan Raffi Ahmad yang mengaku tidak mengetahui secara terperinci acara yang dihadirinya. Menurut Bintang Emon, seorang figur publik dengan posisi penting seperti Raffi seharusnya lebih berhati-hati sebelum menerima undangan kegiatan.

Kritik Bintang bukan sekadar mempersoalkan ketidaktahuan Raffi terhadap rangkaian acara. Ia juga menyoroti kemungkinan kehadiran Raffi dimanfaatkan untuk membangun citra positif di tengah situasi yang justru menuai kontroversi.

Dalam pernyataannya, Bintang Emon bahkan menyinggung kemungkinan Raffi ditempatkan sebagai sosok good cop atau pihak yang tampil dengan citra baik untuk mengimbangi situasi yang sudah lebih dahulu memanas.

"Kalau Aa Raffi tidak tahu, harus dicari tahu tuh, karena itu berarti Aa Raffi dimanfaatin. Tapi masak sih nggak tahu? Nggak tahulah ya," ujar Bintang Emon dalam video di akun media sosialnya.

Ia kemudian mengingatkan bahwa niat baik untuk mengajak masyarakat menjaga persatuan tidak cukup jika tidak disertai dengan pemahaman mengenai duduk persoalan yang sedang terjadi.

Menurut Bintang Emon, kehadiran publik figur yang memiliki kedekatan dengan pejabat dan aparat juga perlu dilihat dari sudut pandang masyarakat yang sedang memperjuangkan aspirasi.

Ia menilai ajakan untuk bersatu akan terdengar berbeda ketika disampaikan oleh seseorang yang tidak merasakan langsung persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

"Memang paling enak mengajak kompak, mengajak bersatu kalau lagi berkuasa. Nggak terdampak yang nggak enak. Ke aparat dekat, ke pejabat dekat. Ya, bagaimana nggak enak dan ngajak bersatu. Yang diajak ini bagaimana nasibnya?" katanya.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore