
Ruben Onsu belum ditahan oleh pihak kepolisian karena dianggap tak menghambat penyidikan. (Istimewa)
JawaPos.com - Pihak Ruben Onsu mempersoalkan bukti yang diajukan pihak Sarwendah dalam sidang sengketa hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (28/10). Salah satu yang dipertanyakan berupa bukti video. Pihak Ruben mempertanyakan dari mana sumber dan cara mendapatkan video itu.
Dalam persidangan, pihak Sarwendah menyerahkan sekitar 69 bukti berupa dokumen, foto, dan video. Namun, tim kuasa hukum Ruben menilai sebagian bukti tersebut perlu diklarifikasi, terutama mengenai asal-usul serta keabsahannya.
Kuasa hukum Ruben, Yedija Ekin Haganta Ginting, mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan keberatan atas sejumlah bukti yang diajukan pihak Sarwendah atau tergugat.
"Tergugat melampirkan kurang lebih 69 bukti. Ada beberapa bukti yang menurut kami perlu dipertanyakan dapatnya dari mana. Itu yang kami keberatan," kata Yedija di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Menurut Yedija, keberatan tersebut telah disampaikan dalam persidangan dan menjadi bagian dari proses pemeriksaan bukti oleh majelis hakim. Ia juga menyinggung adanya bukti yang dinilai kurang tepat, termasuk bukti yang disebut replikasi.
"Ada beberapa bukti yang kami keberatan, ada bukti replikasi juga. Yang penting kami sudah menyatakan bahwa sebenarnya bukti tergugat agak kurang pas," ujarnya.
Kendati demikian, Yedija enggan merinci lebih lanjut bukti apa saja yang dipersoalkan pihak Ruben Onsu. Ia meminta awak media mengonfirmasi kepada pengadilan.
Keberatan serupa juga disampaikan kuasa hukum Ruben Onsu lainnya, Wiliam Rando Bayakta. Ia mempertanyakan sumber sejumlah rekaman yang diserahkan pihak Sarwendah, termasuk video yang memperlihatkan kliennya.
Wiliam menyinggung kemungkinan adanya rekaman yang diperoleh tanpa izin dan video yang sebelumnya beredar di media sosial. Menurutnya, asal-usul materi tersebut perlu diperjelas dalam proses pembuktian perkara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022