Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Abdul Rahman
Jumat, 23 Oktober 2026 | 03.49 WIB

Pernah Jadi Korban, Kwon Eun Bi Kini Jadi Duta Anti Kejahatan Seksual

Artis Korea Selatan Kwon Eun Bi. (Allkpop) - Image

Artis Korea Selatan Kwon Eun Bi. (Allkpop)

JawaPos.com - Penyanyi Korea Selatan Kwon Eun Bi dipercaya menjadi duta anti kejahatan seksual di dunia digital oleh Kantor Polisi Geumcheon, Seoul. Penunjukan tersebut menjadi sorotan karena mantan anggota IZ*ONE tersebut pernah menjadi sasaran penyalahgunaan teknologi digital berupa manipulasi gambar seksual tanpa persetujuan.

Kantor Polisi Geumcheon mengumumkan penunjukan Kwon Eun Bi pada 21 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kepolisian Korea Selatan ke-81. Melalui peran barunya, ia diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kejahatan seksual di dunia digital, termasuk penyebaran konten deepfake dan perekaman ilegal.

Kehadiran Kwon Eun Bi dalam kampanye tersebut juga memiliki kedekatan personal. Ia menghabiskan masa kecilnya di wilayah Geumcheon-gu dan menempuh pendidikan sekolah dasar serta mengenyam pendidikan sekolah menengah di kawasan tersebut.

Popularitasnya sebagai penyanyi diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi, terutama kepada generasi muda yang aktif menggunakan media sosial dan berbagai platform digital.

Kwon Eun Bi Pernah Jadi Korban Manipulasi Gambar Seksual

Penunjukan Kwon Eun Bi tidak terlepas dari persoalan kejahatan seksual digital yang pernah menimpanya.

Pada Juli 2024, agensi yang menaunginya saat itu, Woollim Entertainment, mengumumkan telah mengajukan pengaduan pidana terhadap sejumlah pihak yang diduga menyebarkan konten berbahaya terkait sang penyanyi.

Pengaduan tersebut mencakup dugaan pencemaran nama baik, penghinaan, pelecehan seksual, penyebaran informasi palsu, hingga distribusi gambar cabul palsu yang dibuat dengan memanipulasi wajah Kwon Eun Bi.

Kasus tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi dapat disalahgunakan untuk menyerang seseorang tanpa persetujuan, bahkan ketika orang tersebut tidak pernah terlibat dalam pembuatan konten yang beredar.

Salah satu bentuk penyalahgunaan teknologi tersebut adalah deepfake, yakni teknik yang memungkinkan wajah, suara, atau identitas visual seseorang dimanipulasi sehingga tampak seolah-olah berada dalam situasi tertentu.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore