Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 05.50 WIB

Tasya Farasya Siapkan Posko Ruang Aman Asap untuk Korban Karhutla di Kalimantan

Tasya Farasya bagikan tips make-up untuk musim kemarau. (Rieska Virdhani/JawaPos.com) - Image

Tasya Farasya bagikan tips make-up untuk musim kemarau. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com - Selebgram Tasya Farasya mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ia pun berencana mendirikan posko bantuan berupa ruang aman asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebagai tempat berlindung bagi warga dari paparan kabut asap.

Rencana tersebut disampaikan Tasya melalui unggahan di akun Threads miliknya. Posko itu ditargetkan mulai beroperasi pada 23 Oktober 2026 dan diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat asap.

"Bismillah semoga lancar pembuatan posko bantuan ruang aman asap di Kalimantan," tulis Tasya Farasya dalam unggahannya.

Langkah ini menjadi perhatian setelah Tasya sempat mendapat kritik dari sejumlah netizen. Ia dinilai kurang peka terhadap situasi bencana yang tengah dihadapi masyarakat terdampak karhutla.

Di tengah sorotan tersebut, Tasya memilih menunjukkan kepeduliannya melalui rencana bantuan yang ditujukan langsung kepada warga. Kehadiran ruang aman asap diharapkan menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat mengurangi paparan udara yang tercemar akibat kebakaran hutan dan lahan.

Ruang Aman Asap untuk Kelompok Rentan

Posko yang direncanakan berdiri di Palangkaraya itu ditujukan sebagai tempat berlindung sementara bagi masyarakat ketika kondisi kabut asap mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bayi, anak-anak, dan lanjut usia menjadi kelompok yang mendapat perhatian khusus karena lebih rentan mengalami dampak kesehatan akibat paparan polusi udara. Masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan juga perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk.

Paparan asap karhutla dapat memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, serta memperburuk kondisi pernapasan pada orang yang sensitif. Karena itu, upaya mengurangi paparan asap menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan warga selama bencana berlangsung.

Agar dapat berfungsi secara optimal, ruang aman asap idealnya dilengkapi dengan sistem penyaringan udara yang sesuai, ventilasi yang terkontrol, serta pemantauan kualitas udara. Ketersediaan fasilitas tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan warga dan kondisi di lokasi.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore