Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 01.37 WIB

Karhutla Ganggu Penerbangan, Kerugian Maskapai hingga Penumpang Membengkak

Pesawat sedang parkir Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan. (Dok Antara) - Image

Pesawat sedang parkir Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan. (Dok Antara)

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia tidak hanya merugikan perusahaan penerbangan akibat tidak dapat mengoperasikan pesawat tetapi juga dapat merugikan masyarakat.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie, mengatakan jumlah penerbangan yang batal akibat karhutla belum dapat dihitung secara pasti. Pasalnya, kondisi di sejumlah wilayah masih dinamis sehingga operasional penerbangan dapat dibuka dan ditutup kembali dalam waktu singkat.

“Kalau dari kebakaran hutan ini saya belum menghitung berapa banyak penerbangan yang batal. Karena sampai sekarang masih berlangsung dan masih sangat dinamis,” ujar Alvin kepada JawaPos.com, Minggu (18/10).

Alvin mencontohkan, operasional penerbangan di Palembang dan Batam dapat kembali dibuka, tetapi kemudian ditutup lagi akibat kondisi yang berubah.

Karena itu, ia belum meminta data pembatalan penerbangan dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA) maupun Kementerian Perhubungan.

Meski demikian, Alvin menegaskan bahwa dampak ekonomi karhutla terhadap sektor penerbangan tidak hanya ditanggung maskapai.

Penyelenggara bandara dan penyedia layanan navigasi penerbangan, AirNav Indonesia, juga berpotensi mengalami kerugian akibat terganggunya operasional.

Menurutnya, kerugian yang lebih besar juga perlu dilihat dari sisi pengguna jasa penerbangan. Pembatalan atau gangguan penerbangan dapat membuat masyarakat gagal menjalankan berbagai agenda, baik untuk kepentingan kedinasan, bisnis, maupun urusan keluarga.

“Kerugian paling besar tentunya adalah pengguna jasa penerbangan. Karena mereka tidak dapat melaksanakan rencana-rencana kegiatannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak tersebut dapat mencakup masyarakat yang hendak mengunjungi keluarga yang sakit, menghadiri pemakaman, hingga mengikuti tes penerimaan pekerja.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore