
Dewi Perssik. (Instagram: dewiperssik9)
JawaPos.com – Penyanyi dangdut Dewi Perssik atau Depe dibuat geram akibat ulah sejumlah pengguna media sosial yang menyebarkan kabar hoaks atau tidak benar tentang dirinya.
Dalam beberapa kali siaran langsung (live) di media sosial, sejumlah akun medsos kompak menyebut Dewi Perssik mengalami kecelakaan bermotor dan meninggal dunia.
Yang membuat situasi jadi semakin meresahkan, narasi tersebut disampaikan secara berulang saat live berlangsung, lengkap dengan menampilkan foto Dewi Perssik di layar. Mereka juga menyertakan tulisan bernuansa duka seolah kabar tersebut benar adanya.
Fenomena ini menarik perhatian karena dilakukan secara terkoordinasi oleh sejumlah akun. Mereka secara bergantian membuat siaran langsung dengan topik serupa, yakni membahas kronologi kematian Dewi Perssik akibat kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, Dewi Perssik mengaku kesal, terlebih karena konten itu disiarkan secara langsung dan masif, sehingga berpotensi menyesatkan banyak orang.
"Beberapa akun live secara massal ngomongin kronologi meninggalnya saya. Kalau dibikin konten nggak apa-apa, cuma kalau dibikin live kan kesal ya," ujar Dewi Perssik.
Tak hanya menyebarkan kabar bohong, Depe juga mengaku sempat diundang masuk ke dalam siaran langsung tersebut. Namun, alih-alih mendapatkan klarifikasi, ia justru menerima perlakuan tidak menyenangkan dari mereka.
"Aku di-invite tapi giliran aku masuk malah dihina dibilang kuntilanak, dibilang hantu, tapi di sampingnya ada foto aku innalillahi saat mereka live," kata Dewi Perssik.
Lebih lanjut, sejumlah akun tersebut mengarang cerita detail mengenai kecelakaan yang disebut-sebut menimpa Dewi Perssik. Mereka menggambarkan seolah-olah kendaraan yang ditumpangi sang pedangdut mengalami kerusakan parah.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
