
RIIZE dan Johnny Kitagawa (Instagram @riize_official dan The Guardian)
JawaPos.com - Sistem perekrutan idol di Asia modern memiliki akar kuat dari industri hiburan Jepang. Tokoh utama dalam pembentukan sistem ini adalah Johnny Kitagawa yang mendirikan agensi Johnny & Associates kisaran awal tahun 1960-an.
Kitagawa dikenal sebagai pelopor konsep pelatihan intensif bagi calon idol laki-laki sejak usia muda. Sistem ini kemudian menjadi fondasi berkembangnya industri J-pop dan memengaruhi K-pop di Korea Selatan.
Dikutip dari akun Instagram @theadamcarollashow dan laman Rolling Stone pada Jum'at (3/4), Dalam praktiknya, Kitagawa merekrut anak laki-laki di bawah umur untuk dilatih menjadi idol profesional. Mereka menjalani berbagai pelatihan, mulai dari menyanyi, menari, hingga akting.
Proses ini berlangsung bertahun-tahun hingga mereka dianggap siap debut. Pola pelatihan tersebut kemudian diadopsi oleh industri hiburan Korea Selatan dalam sistem trainee K-pop.
Pengaruh sistem ini meluas hingga membentuk standar industri hiburan Asia. Idol dituntut memiliki penampilan muda, tubuh ramping, dan kulit cerah.
Citra tersebut dianggap sebagai simbol kesempurnaan visual yang menarik bagi pasar. Standar ini terus dipertahankan hingga menjadi ciri khas idol K-pop saat ini.
Namun, di balik keberhasilan sistem tersebut, terdapat sisi kelam yang lama tersembunyi. Kitagawa dituduh melakukan kejahatan asusila terhadap anak laki-laki yang direkrutnya.
Tuduhan ini mencuat kembali setelah laporan investigasi dan dokumenter internasional. Kasus ini kemudian membuka diskusi luas tentang eksploitasi dalam industri hiburan.
Sebuah penyelidikan independen menyimpulkan bahwa ratusan korban terlibat dalam kasus tersebut. Korban terdiri dari anak-anak hingga pria muda yang pernah berada dalam sistem agensi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
