
Fariz RM melakukan kegiatan sosial melelang memorabilia untuk santunan anak yatim. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com–Musisi kenamaan Fariz RM memutuskan untuk hijrah pasca bebas dari penjara atas kasus penyalahgunaan narkoba kali keempat. Selain tidak lagi menggunakan ponsel genggam, dia juga melakukan kegiatan sosial di momen Ramadhan kali ini.
Pelantun lagu Sakura itu melakukan penggalangan dana melelang memorabilia miliknya. Nominal dari hasil pelelangan itu disalurkan untuk santunan anak yatim dan anak jalanan di Panti Asuhan 1999 Tebet dan Panti Asuhan Mirzan Kalibata, Jakarta Selatan.
”Dana ini dikumpulkan dari hasil lelang jaket memorabilia Fariz RM,” ucap Deolipa Yumara, kuasa hukum Fariz RM di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Fariz RM menjelaskan bahwa jaket tersebut punya catatan sejarah dalam hidupnya. Total ada 2 kostum pentas buatannya dari hasil kolaborasi dengan salah satu seniman Bali yang dia sumbangkan untuk dilelang. Keduanya, pernah Fariz gunakan saat namanya mejeng di BASF Awards puluhan tahun lalu.
”Saya pakai waktu pentas di BASF Awards sekitar tahun 1989-1990. Waktu menerima penghargaan Barcelona sebagai album terbaik untuk kategori Jazz latin. Kalau yang merah muda waktu jadi nominator di BASF Awards,” ungkap Fariz RM.
Selain jaket, komposer berusia 67 tahun itu juga merelakan satu lukisan karyanya. Disinggung perihal total dana yang didapat, baik Fariz maupun Deolipa enggan membocorkan.
Baca Juga:Aurelie Moeremans Viral Usai Perlihatkan Buah Hatinya, Netizen: Welcome to the World, Thomas!
”Alhamdulillah banyak lah, paling nggak bisa berbagi kebahagiaan buat panti asuhan, Insya Allah,” jelas Fariz RM.
Sejak menghirup udara bebas pada pertengahan bulan lalu, Fariz telah bertekad untuk berubah. Bahkan, dia menyatakan kapok untuk menggunakan ponsel genggam secara pribadi. Dia ingin menikmati masa tuanya dengan damai dan fokus berkarya.
”Kan saya sudah mempensiunkan diri secara publisitas atau bisnis sebagai Fariz RM. Saya ingin menikmati hidup dengan lebih bebas dan nyaman. Nggak mau lagi dikejar-kejar kewajiban profesional,” ujar dia.
Sedangkan urusan pekerjaan dan karya-karyanya diatur PT Diva Kreasi Indobarang dan Deolipa Production. ”Iya, sekarang saya di bawah manajemen yang baru makanya ini terasa lebih formal,” cetus Fariz.
