
Hanung Bramantyo dipercaya menyutradarai adaptasi film legendaris Iran Children of Heaven (1997) ke versi Indonesia produksi MD Pictures. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com–Nyaris tiga dekade berlalu, film legendaris Iran Children of Heaven (1997) diadaptasi ke versi Indonesia. Hanung Bramantyo dipercaya menyutradarai film tersebut di bawah naungan rumah produksi MD Pictures.
Dalam trailer, film Children of Heaven tersebut menggunakan latar daerah di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 1980-an. Hanung Bramantyo menuturkan alasannya tidak mengusung era sekarang.
”Karena semiskin-miskinnya keluarga Ali pasti punya handphone. Itu kondisi yang terjadi sekarang, jadi sudah kontradiksi dengan cerita asli,” kata Hanung Bramantyo saat konferensi pers Children of Heaven di kawasan Jakarta Selatan.
Tak hanya berpaku pada cerita asli, sineas asal Jogjakarta itu juga memasukkan kenangan masa kecilnya. Sepatu properti yang digunakan Ali merupakan sepatu dengan merek sama yang dipakai Hanung waktu sekolah.
Hanung kecil dan Ali memiliki kemiripan, yaitu tidak bisa membeli sepatu impian yang sedang tren di zaman itu. Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya harus berlapang dada menggunakan sepatu dengan grade di bawahnya.
”Dulu saya pernah pakai sepatu itu. Dulu sepatu itu tier ke-2 atau ke-3, tapi waktu itu saya nggak tahu merknya apa,” tutur Hanung.
Keputusan tersebut diambil sekaligus untuk memudahkannya men-direct film adaptasi tersebut. ”Saya bilang ke Pak Manoj daripada harus susah melakukan riset macam-macam. Lebih baik, menggunakan memori masa kecil saya. Jadi, ini betul-betul seperti cermin dari saya,” papar pria berusia 50 tahun itu.
Begitu juga dengan pemilihan Semarang lokasi cerita. Meski Hanung tidak lahir dan menghabiskan masa kecil di sana, namun kota tersebut sangat membekas diingatannya. Sebab, saudara-saudaranya besar di Semarang.
”Jadi, saya cukup tahu keadaan dan kondisi Semarang pada saat itu. Saya masih ingat memori-memori itu. Dan menurut saya lebih plural Semarang daripada Jogja,” jelas Haning.
Proses syuting berlangsung selama 25 hari di Semarang. Film tersebut mengisahkan tentang kehidupan kakak beradik Ali dan Zahra yang tinggal di pinggiran Semarang. Mereka hidup dengan kondisi ekonomi yang kekurangan. Bahkan, sampai tidak mampu membeli sepatu baru.
Konflik bermula ketika Ali menghilangkan sepatu adiknya. Keadaan memaksa mereka untuk bergantian menggunakan sepatu milik Ali. Setiap hari keduanya berlarian, bertemu di persimpangan jalan.
Terutama Zahra agar sang kakak tidak telat sekolah. Children of Heaven versi Indonesia dibintangi Jared Ali, Humaira Jahra, Andri Mashadi, Faradina Mufti, Slamet Rahardjo, Oki Rengga hingga Muhadkly Acho.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
