Raja Dangdut Rhoma Irama mendapat penghargaan Lifetime Achievement dari TVRI. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com–Sang Raja Dangdut Rhoma Irama mendapat penghargaan Lifetime Achievement dari TVRI. Anugerah tersebut diberikan pada malam grandfinal ajang Lomba Cipta Lagu Dangdut (LCLD) ke-6 2025 bertajuk Dangdut Wave Goes to UNESCO yang digelar pada Jumat (23/5) malam.
Direktur Program dan Berita TVRI Arif Adi Kuswardono menuturkan, penghargaan itu merupakan sebuah apresiasi terhadap kiprah Rhoma mempopulerkan dan melestarikan genre musik dangdut dari masa ke masa.
“Penghargaan ini layak diberikan kepadanya. Lebih dari 5 dekade dekat dengan kehidupan kita. Perjuangannya untuk konsisten dalam bermusik dan selalu memberikan inspirasi patut dicontoh,” papar Arif.
Sementara itu, Rhoma mengaku bersyukur atas penghargaan yang didapatnya itu. Pelantun lagu Keramat tersebut juga menyinggung perkembangan ekosistem musik dangdut di Indonesia.
Dia menyebut bahwa LCLD merupakan salah satu faktor yang memberikan dampak baik itu. Sebab, melahirkan banyak talenta-talenta muda berbakat tanah air. Khususnya, mereka yang berkecimpung di industri musik dangdut. Namun, kurang mendapat sorotan atau tidak memiliki akses.
“Saya melihat karya cipta teman-teman dari dangdut semakin kreatif dan inovatif. Begitu juga dari sisi aransemen dan aranger juga. Ini salah satu fungsi diadakannya lomba cipta,” papar Rhoma.
Lebih lanjut, musisi berusia 78 tahun itu juga berharap dengan diselenggarakannya kompetisi tersebut bisa mempermudah jalan musik dangdut tembus ke kancah internasional. Sejalan dengan perjuangan yang Rhoma lakukan sejak lama.
“Dangdut wave ini akan menjadi gelombang besar dengan harapan memicu semangat seniman dangdut untuk go internasional,” harap Rhoma.
Sebanyak 12 lagu dari empat kategori yang dilombakan berhasil terpilih di LCLD tahun ini. Yaitu, sosial budaya, keagamaan, politik kebangsaan, dan percintaan. LCLD dibuat Rhoma bersama Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan.
“Kompetisi ini akan mengantarkan dangdut menjadi kekayaan budaya Indonesia yang diakui dunia,” harap Sekretaris Jenderal DPP PAMDI.
Juara utama LCLD kategori sosial budaya dimenangkan Zaidan Ayadi Ahmad (Kata Orang). Kategori keagamaan dimenangkan Maskur Prima (Sejatinya Cinta), kategori politik kebangsaan dimenangkan Toto Anggit (Aku Indonesia), dan kategori percintaan dijuarai R. Husein Albana (Mutiara Retak).

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
