
Pengepungan di Bukit Duri. (Instagram jokoanwar).
JawaPos.com–Film Pengepungan di Bukit Duri akan tayang di seluruh bioskop Tanah Air mulai 17 April. Film ini disebut-sebut sebagai film terbaik dari sutradara Joko Anwar.
Film mengusung genre drama-thriller tersebut berusaha membuka mata banyak orang untuk memikirkan secara serius tentang situasi Indonesia saat ini. Karena bisa jadi, apa yang terjadi di film ini bisa terjadi di Indonesia apabila semua pihak gagal mengantisipasinya.
Film Pengepungan di Bukit Duri digarap hasil kolaborasi antara rumah produksi Come and See Pictures dan Amazon MGM Studios. Film ini memiliki judul internasional The Siege at Thorn High.
Film ini memberikan ketegangan yang intens dengan penggambaran situasi yang terjadi di Indonesia. Film ini membawa isu penting untuk mengingatkan agar mata kita jadi lebih terbuka.
Joko Anwar menegaskan, film Pengepungan di Bukit Duri bukan tentang masa lalu, tapi tentang apa yang terjadi ketika kita berpura-pura lupa dengan membiarkan kekerasan tumbuh subur dengan sistem.
Sinopsis Film Pengepungan di Bukit Duri
Film Pengepungan di Bukit Duri menceritakan tentang Edwin, seorang guru pengganti yang memutuskan bekerja di sebuah sekolah khusus tempat para remaja bermasalah demi menepati janji kepada mendiang sang kakak.
Kepada mendiang kakaknya, Edwin berjanji mencari keponakannya yang sempat hilang tak diketahui keberadaannya seolah ditelan bumi. Selama berada di SMA Duri, Edwin harus berurusan dengan para siswa yang terbiasa dengan aksi kekerasan.
Proses pencarian Edwin kepada keponakannya membawanya ke kehidupan para siswa yang kompleks. Usahanya untuk menemukan sang keponakan akhirnya berhasil.
Namun sayangnya saat itu, situasi kota tiba-tiba mengalami guncangan hebat akibat terjadi kerusuhan besar efek dari gejolak sosial yang sudah lama terpendam. SMA Duri ikut terdampak dari kerusuhan.
Edwin, keponakannya, dan sejumlah orang lain, terjebak di dalam sekolah. Mereka harus menghadapi ancaman besar dari para siswa brutal di sekolah yang dipimpin Jefri. Para siswa ini memanfaatkan situasi yang kacau untuk melakukan tindakan anarkis yang mengancam nyawa siapapun yang berusaha menghalangi.
Edwin dan beberapa orang bersamanya ditantang untuk bertahan di tengah situasi genting di sekolah. Apakah Edwin dkk harus harus melawan para siswa yang beringas karena situasi berbahaya sedang mengancam mereka?

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
