Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 20.00 WIB

Ratusan Aktor dan Sutradara Dunia Ikrarkan Boikot Lembaga Film Israel Terkait Genosida Palestina

Mark Ruffalo sebagai salah aktor Hollywood yang turut menegakkan kebebasan Palestina (Dok. IMDb) - Image

Mark Ruffalo sebagai salah aktor Hollywood yang turut menegakkan kebebasan Palestina (Dok. IMDb)

JawaPos.com - Ratusan aktor, sutradara, dan pekerja industri film menandatangani ikrar boikot lembaga film Israel. Mereka menilai lembaga tersebut terlibat dalam praktik genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.

Dilansir dari laman The Guardian pada Rabu (10/9), pernyataan itu menekankan bahwa sinema memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik. Ikrar dipublikasikan oleh kelompok Pekerja Film untuk Palestina.

Lebih dari 1.200 penandatangan tercatat hingga Minggu malam, termasuk sineas ternama Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, dan Joshua Oppenheimer. Aktor papan atas seperti Olivia Colman, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, hingga Javier Bardem juga ikut serta.

Para penandatangan menegaskan ikrar itu terinspirasi dari boikot budaya di Afrika Selatan. Boikot serupa pernah berperan penting dalam mengakhiri apartheid pada era 1980-an.

Dalam ikrar, para sineas berjanji tidak akan menayangkan film atau bekerja sama dengan lembaga Israel. Hal itu mencakup festival, bioskop, perusahaan produksi, maupun lembaga penyiaran yang dianggap terlibat.

Mereka menuding lembaga itu berperan menutupi atau membenarkan genosida terhadap Palestina. Selain itu, mereka juga mengecam kemitraan budaya dengan pemerintah Israel.

Pernyataan ikrar menegaskan respons atas seruan para sineas Palestina yang menolak kebungkaman dan dehumanisasi. Penulis skenario David Farr menyebut tindakan Israel sebagai apartheid yang berlangsung selama puluhan tahun.

Farr juga menambahkan bahwa genosida dan pembersihan etnis di Gaza harus dihentikan segera. Farr menekankan boikot budaya merupakan alat moral yang perlu didukung para seniman.

FAQ yang menyertai ikrar menjelaskan cara menentukan entitas film yang terlibat dalam kebijakan Israel. Festival besar seperti Yerusalem, Haifa, Docaviv, dan TLVFest disebut bermitra dengan pemerintah.

Sementara sebagian besar perusahaan produksi, agen penjualan, dan bioskop Israel tidak mendukung hak rakyat Palestina. Namun, beberapa entitas film Israel disebut tidak terlibat dan masih dapat dikerjasamakan.

Asosiasi Produsen Israel menanggapi ikrar dengan menyebut para penandatangan menargetkan pihak yang salah. Mereka menilai seniman Israel justru telah lama menjadi suara perdamaian dan kritik terhadap pemerintah.

Dalam pernyataan, mereka menolak disebut berperan menutupi konflik. Menurut asosiasi, tindakan boikot justru akan melemahkan upaya kolaboratif menuju perdamaian.

Kampanye ini hadir di tengah meningkatnya protes industri hiburan terhadap perang di Gaza. Sebelumnya, ratusan aktor Hollywood menandatangani surat terbuka mengecam sikap diam industri film.

Sementara itu, film The Voice of Hind Rajab baru-baru ini menuai tepuk tangan meriah di Festival Film Venesia. Dukungan internasional terhadap perjuangan rakyat Palestina semakin menguat melalui ranah budaya dan perfilman.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore