
Mark Ruffalo sebagai salah aktor Hollywood yang turut menegakkan kebebasan Palestina (Dok. IMDb)
JawaPos.com - Ratusan aktor, sutradara, dan pekerja industri film menandatangani ikrar boikot lembaga film Israel. Mereka menilai lembaga tersebut terlibat dalam praktik genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.
Dilansir dari laman The Guardian pada Rabu (10/9), pernyataan itu menekankan bahwa sinema memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik. Ikrar dipublikasikan oleh kelompok Pekerja Film untuk Palestina.
Lebih dari 1.200 penandatangan tercatat hingga Minggu malam, termasuk sineas ternama Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, dan Joshua Oppenheimer. Aktor papan atas seperti Olivia Colman, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, hingga Javier Bardem juga ikut serta.
Baca Juga: Dukung Palestina, Emma Stone dan Ribuan Pekerja Film Hollywood Boikot Lembaga Film Israel
Para penandatangan menegaskan ikrar itu terinspirasi dari boikot budaya di Afrika Selatan. Boikot serupa pernah berperan penting dalam mengakhiri apartheid pada era 1980-an.
Dalam ikrar, para sineas berjanji tidak akan menayangkan film atau bekerja sama dengan lembaga Israel. Hal itu mencakup festival, bioskop, perusahaan produksi, maupun lembaga penyiaran yang dianggap terlibat.
Mereka menuding lembaga itu berperan menutupi atau membenarkan genosida terhadap Palestina. Selain itu, mereka juga mengecam kemitraan budaya dengan pemerintah Israel.
Pernyataan ikrar menegaskan respons atas seruan para sineas Palestina yang menolak kebungkaman dan dehumanisasi. Penulis skenario David Farr menyebut tindakan Israel sebagai apartheid yang berlangsung selama puluhan tahun.
Farr juga menambahkan bahwa genosida dan pembersihan etnis di Gaza harus dihentikan segera. Farr menekankan boikot budaya merupakan alat moral yang perlu didukung para seniman.
FAQ yang menyertai ikrar menjelaskan cara menentukan entitas film yang terlibat dalam kebijakan Israel. Festival besar seperti Yerusalem, Haifa, Docaviv, dan TLVFest disebut bermitra dengan pemerintah.
Sementara sebagian besar perusahaan produksi, agen penjualan, dan bioskop Israel tidak mendukung hak rakyat Palestina. Namun, beberapa entitas film Israel disebut tidak terlibat dan masih dapat dikerjasamakan.
Asosiasi Produsen Israel menanggapi ikrar dengan menyebut para penandatangan menargetkan pihak yang salah. Mereka menilai seniman Israel justru telah lama menjadi suara perdamaian dan kritik terhadap pemerintah.
Dalam pernyataan, mereka menolak disebut berperan menutupi konflik. Menurut asosiasi, tindakan boikot justru akan melemahkan upaya kolaboratif menuju perdamaian.
Kampanye ini hadir di tengah meningkatnya protes industri hiburan terhadap perang di Gaza. Sebelumnya, ratusan aktor Hollywood menandatangani surat terbuka mengecam sikap diam industri film.
Sementara itu, film The Voice of Hind Rajab baru-baru ini menuai tepuk tangan meriah di Festival Film Venesia. Dukungan internasional terhadap perjuangan rakyat Palestina semakin menguat melalui ranah budaya dan perfilman.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
