
Aktris Emma Stone saat menerima penghargaan (Dok. IMDb)
JawaPos.com - Dukungan terhadap Palestina kembali bergema dari dunia perfilman internasional. Ribuan pekerja film Hollywood, termasuk aktris pemenang Oscar Emma Stone, turut menandatangani seruan boikot terhadap lembaga film Israel. Aksi ini dinilai sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan akibat agresi Israel di Gaza.
Gerakan ini digagas oleh kelompok bernama Film Workers for Palestine melalui sebuah surat terbuka yang dipublikasikan 8 September 2025. Gerakan ini menyerukan penolakan kerja sama dengan festival film, bioskop, perusahaan produksi, dan stasiun penyiaran Israel yang dianggap terlibat dalam genosida dan praktik apartheid di Palestina.
Sejak digulirkan, petisi ini semakin banyak mendapat dukungan pekerja film. Nama-nama besar seperti Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, hingga aktor Olivia Colman, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, dan Javier Bardem turut ambil bagian dalam gerakan ini. Lebih lengkap mengenai surat terbuka dan daftar pekerja film yang terlibat, dapat dilihat di laman filmworkersforpalestine.org.
Baca Juga: Sukses Raih 3 Juta Penonton, Film Sore: Istri dari Masa Depan Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2026
"Di momen krisis yang mendesak ini, ketika banyak pemerintah kita justru mendukung pembantaian di Gaza, kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk menanggapi kengerian yang tak kunjung berhenti ini," seru para pekerja film yang dimuat dalam surat terbuka.
Sementara, bagi penulis skenario sekaligus sutradara David Farr, keputusan untuk ambil bagian dalam gerakan ini memiliki alasan personal.
"Sebagai keturunan penyintas Holocaust, saya merasa tertekan dan marah dengan tindakan Israel, yang selama puluhan tahun memberlakukan sistem apartheid terhadap rakyat Palestina yang tanahnya mereka rebut, dan kini melanggengkan genosida serta pembersihan etnis di Gaza. Dalam konteks ini, saya tidak bisa mendukung karya saya diterbitkan atau dipertunjukkan di Israel," tulis David Farr dalam surat terbuka.
Petisi ini sendiri terinspirasi dari gerakan Filmmakers United Against Apartheid, sebuah inisiatif pada 1987 oleh Jonathan Demme, Martin Scorsese, dan pembuat film ternama lainnya. Gerakan ini menolak penayangan film Amerika di Afrika Selatan sebagai bentuk protes terhadap sistem apartheid.
Gerakan boikot ini lahir di tengah meningkatnya korban sipil di Gaza akibat serangan agresif militer Israel. Bagi para pekerja film yang menandatangani petisi ini, situasi tersebut menjadi panggilan moral. Mereka menggunakan jalur seni sebagai sarana solidaritas dan penolakan terhadap kekerasan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
