
Sahrul Gunawan kembali ke dunia tarik suara dengan merilis lagu terbaru berjudul Perihal Baik. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com-Setelah menjajaki diri di dunia politik, Sahrul Gunawan akhirnya kembali ke dunia tarik suara. Penyanyi sekaligus aktor berdarah Sunda itu belum lama ini merilis lagu terbaru berjudul Perihal Baik.
Ini merupakan momen comeback Sahrul setelah lima tahun puasa karya. Perihal Baik diciptakan. Aditia Sahid dan Wildana di bawah naungan Afe Records.
Sahrul menyatakan bahwa nyanyi sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak lama. Mengingat dia besar di dunia entertainment sebagai penyanyi sejak puluhan tahun silam.
“Ini profesi yang membesarkan aku. Mau ke mana pun, tetap hobi nyanyi udah mendarah daging,” kata Sahrul saat konferensi pers di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Selain itu, bernyanyi merupakan salah satu cara dirinya mengeluarkan emosi negatif yang dialami.
“Aku stres saja nyanyi. Makanya ketika ada kesempatan nyanyi, aku senang banget,” ujar pemain sinetron Jin & Jun itu.
Perihal Baik bercerita tentang hubungan toxic seseorang. Di mana jalinan cinta yang dijalani sepasang kekasih sudah tidak lagi memberikan dampak baik.
Menurut dia, cerita tersebut sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. Tak terkecuali dirinya.
“Kalau aku related-nya lebih ke milih-milih teman, ya. Biarin circle-nya semakin kecil, aku nggak mau buang-buang waktu dan melakukan hal-hal buruk,” papar suami Dine Mutiara Aziz tersebut.
Proses syuting video klip dilakukan di London, Inggris. Menariknya, Sahrul tidak menggunakan perempuan untuk menjadi model video klipnya. Melainkan memanfaatkan kecanggihan Artificial Intelligence (AI).
Metode tersebut masih sangat jarang dilakukan di industri musik lokal. Bahkan, Sahrul juga mengaku masih tidak menyangka dengan hal tersebut.
“Saya kaget. Jadi, ambil tokoh di AI. Emang gila ya AI sekarang. Ya, semoga karya saya bisa diterima semua pecinta musik Indonesia,” harap Sahrul.
Namun, dia melakukan itu karena ingin berinovasi. Sebagai salah satu cara juga untuk mempertahankan eksistensi di dunia musik lokal. Yakni, beradaptasi dengan perkembangan zaman demi bisa dikenal generasi ke generasi. Walau diakuinya, secara keseluruhan proses produksi video klip Perihal Baik tidak berjalan mulus.
“Karena prosesnya dibantu AI, tapi ternyata rumit juga, ya. Syutingnya sih sejam, cuma proses editingnya lama yang bolak-balik. Lebih sulit dari editing syuting asli,” tutur Sahrul.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
