Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Selasa, 3 November 2026 | 15.30 WIB

Minyak Brent Terjun Bebas, Harapan Damai AS-Iran Tekan Harga Dunia

Harga minyak dunia. (Istimewa) - Image

Harga minyak dunia. (Istimewa)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Selasa (3/11) pagi di tengah  meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang berpotensi meredakan konflik di Timur Tengah dan memulihkan pasokan minyak.

Melansir Investing pada pukul 07:52 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 9,11 poin atau 8,03 persen ke level 104,32 dolar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Senin (2/11) pagi sebesar 111,68 dolar per barel. 

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,20 poin atau 0,21 persen ke level 96,65 dolar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Senin (2/11) pagi sebesar 102,33 dolar per barel.

Melansir Reuters, Optimisme pasar muncul setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah memberikan kewenangan tertentu kepada pemerintah untuk melakukan pembicaraan damai.

Pezeshkian menyatakan Teheran akan berupaya menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran. Selain itu, pejabat Iran dan Qatar telah menggelar pembicaraan selama beberapa hari dengan tujuan mengakhiri perang. 

Pada Senin malam, mediator Qatar juga bertolak ke Teheran untuk bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi guna membahas kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran.

 Presiden AS Donald Trump turut menyampaikan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Menurut dia, kesepakatan tersebut berpeluang terwujud.

Analis Raymond James Pavel Molchanov mengatakan, tanda-tanda kemajuan dalam perundingan AS-Iran telah menekan harga minyak. Meski demikian, pasar masih perlu bersikap hati-hati mengingat sejumlah upaya diplomasi sebelumnya belum membuahkan hasil. 

"Pasar minyak masih sangat sensitif terhadap setiap perkembangan berita dari Timur Tengah," ujar analis UBS Giovanni Staunovo.

Menurut dia, kekhawatiran terhadap eskalasi konflik sempat mendorong harga minyak naik pada pekan sebelumnya. Namun, harga kembali merosot pada awal pekan ini seiring berlanjutnya pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran. 

Di sisi lain, perang Iran yang pecah pada akhir Februari telah menguras persediaan minyak global. Gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasokan minyak dunia. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore