Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Kamis, 29 Oktober 2026 | 18.08 WIB

Harga Minyak Brent dan WTI Turun, Pasar Cermati Serangan Houthi

Harga minyak dunia. - Image

Harga minyak dunia.

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada perdagangan Kamis (29/10) pagi di tengah berlanjutnya pertempuran di Yaman dan serangan terhadap kilang minyak di Arab Saudi.

Melansir Investing pada pukul 07:35 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,90 poin atau 0,80 persen ke level 110,78 dolar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Rabu (28/10) pagi sebesar 109,83 dolar per barel. 

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,72 poin atau 0,70 persen ke level 102,05 dolar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Rabu (28/10) pagi sebesar 100,35 dolar per barel.

Melansir Reuters, Pada Rabu, kelompok Houthi menyerang Bandara Aden di Yaman. Pasukan pemerintah Yaman menyampaikan laporan tersebut setelah kelompok yang bersekutu dengan Iran itu memperingatkan masyarakat untuk evakuasi dari fasilitas tersebut di tengah meningkatnya pertempuran. 

Sehari sebelumnya, Houthi mengeklaim telah menyerang kilang minyak terbesar Arab Saudi menggunakan rudal.

Serangan tersebut meningkatkan intensitas serangan terhadap Arab Saudi, produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Pihak berwenang Arab Saudi belum segera mengonfirmasi serangan terhadap kilang yang memiliki kapasitas pengolahan 550.000 barrel per hari itu.

Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan harga minyak mentah kembali memperhitungkan potensi pengetatan pasokan dalam waktu dekat seiring kemungkinan AS melanjutkan operasi militer. 

"Serangan tersebut bisa lebih intens dibandingkan sebelumnya, mengingat serangan terbaru terhadap Arab Saudi dan sekutu AS lainnya di Timur Tengah," ujar Kissler dalam sebuah catatan.

Sementara itu, Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah analis memperkirakan AS dapat kembali menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026. Di tengah meningkatnya ketegangan, upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan terus dilakukan.

Para mediator Qatar dilaporkan telah menyampaikan rancangan kesepakatan baru kepada Iran untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel.

Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber: Investing.com, Reuters
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore