Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 16.41 WIB

Sinyal Perundingan Iran dan AS Tekan Harga Minyak Mentah Dunia

  

ILUSTRASI: Pengeboran minyak mentah dunia. (Istimewa)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada perdagangan Kamis (24/9) setelah Iran menyatakan masih terbuka terhadap diplomasi untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS).

Melansir Investing pada pukul 08:55 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,0,89 poin atau 0,86 persen ke level 102,48 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Rabu (23/9) pagi sebesar 99,10 dollar per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,30 poin atau 0,33 persen ke level 91,86 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Selasa (23/9) pagi sebesar 90,83 dollar per barel.

Melansir Reuters, Iran dan AS masih berbeda pandangan mengenai cara mengakhiri perang kedua negara. Namun, diplomasi harus terus dilanjutkan, kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada Rabu.

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Iran mengatakan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Teheran tidak akan pernah menyerah terhadap tekanan AS.

Teheran tengah meninjau respons Washington terhadap proposal perdamaian yang diajukan Iran. Proposal tersebut memprioritaskan pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz, kata pejabat tersebut.

Pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut Washington terhadap Iran menjadi salah satu topik yang dibahas dalam perundingan tidak langsung pada Selasa, menurut pejabat tersebut.

Sebelumnya pada Rabu, Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama persyaratan yang diajukan Iran belum dipenuhi.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada wartawan pada Rabu bahwa kesepakatan dengan Iran membutuhkan kerja keras dalam jangka waktu tertentu. Dia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump juga memiliki opsi militer.

Kontrak berjangka ultra-low-sulfur diesel turun sekitar 5 persen dalam perdagangan tengah hari setelah Politico melaporkan pemerintahan Trump sedang menyiapkan rencana untuk melarang ekspor solar selama 90 hari. Namun, Gedung Putih membantah laporan tersebut.

Bloomberg kemudian melaporkan, mengutip sejumlah sumber, bahwa Menteri Energi AS Chris Wright meminta para pemimpin industri minyak bersiap menghadapi kemungkinan pembatasan ekspor solar AS dalam percakapan yang dilakukan pada Selasa malam.

Wright sebelumnya mengatakan pada Rabu bahwa larangan ekspor solar tidak akan efektif, meskipun Presiden Donald Trump menyatakan akan mendukung kebijakan tersebut. Para analis dan pelaku pasar memperingatkan bahwa langkah tersebut hanya akan memberikan sedikit dampak dalam menekan harga energi yang tinggi, serta berpotensi memperburuk pasokan global dan semakin mengganggu perekonomian.

Sementara itu, persediaan minyak mentah AS meningkat 3 juta barel menjadi 426,4 juta barel pada pekan lalu, berdasarkan data Energy Information Administration (EIA). Analis yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan persediaan minyak mentah AS akan turun 641.000 barel.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore