Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 01.30 WIB

Optimalisasi Alat Berat Menjadi Kunci Produktivitas Industri Tambang

Talkshow Kompas Professional Mining & Castrol di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/9). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Talkshow Kompas Professional Mining & Castrol di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/9). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Industri pertambangan menghadapi tantangan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga efisiensi di tengah tingginya biaya operasional. Kondisi tersebut membuat optimalisasi alat berat yang telah dimiliki perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelancaran dan efisiensi kegiatan tambang.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian dalam pameran Mining Indonesia 2026. Dalam hal ini, Castrol CRB Mining pun turut memperkuat perannya di industri pertambangan.

Tekanan terhadap produktivitas dan efisiensi juga terjadi di industri pertambangan global. Dalam PwC Mine 2026, PwC menyoroti kebutuhan industri untuk meningkatkan produksi secara lebih efisien di tengah sejumlah tekanan. Mulai dari ketahanan energi, fragmentasi geopolitik, perkembangan teknologi, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat.

Situasi tersebut semakin kompleks dengan kenaikan dan fluktuasi harga energi yang turut memengaruhi biaya operasional atau operational expenditure (opex). Pelaku usaha pun dituntut menjaga profitabilitas tanpa mengesampingkan target produksi.

Karena itu, produktivitas tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak produksi yang dihasilkan. Perusahaan juga perlu melihat bagaimana aset dan investasi yang sudah dimiliki dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan nilai yang lebih besar.

Dari perspektif ekonomi, Direktur INDEF Green Transition Initiative Imaduddin Abdullah mengatakan peningkatan produktivitas tidak selalu harus dilakukan dengan menambah aset baru.

“Di tengah tekanan biaya operasional, peningkatan produktivitas tidak selalu berarti menambah aset. Salah satu peluangnya adalah memastikan aset yang sudah dimiliki dapat digunakan secara optimal, tersedia ketika dibutuhkan, dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi bagi perusahaan,” katanya dalam Talkshow Kompas Professional Mining & Castrol di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi optimalisasi aset adalah keandalan alat berat. Dalam kegiatan pertambangan, downtime ketika mesin atau perangkat tidak dapat berfungsi secara normal dapat berdampak pada produktivitas, utilisasi aset, hingga biaya operasional.

Karena itu, menjaga equipment tetap dalam kondisi andal menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi potensi gangguan operasional. Pendekatan perawatan pun tidak hanya dilakukan ketika alat mengalami kerusakan.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore