Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2026 | 01.56 WIB

International Battery Summit 2026 Dorong Ekosistem Baterai Indonesia dan Percepatan Transisi Energi

Konferensi pers International Battery Summit 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Baterai Indonesia dan Percepatan Transisi Energi/(Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Konferensi pers International Battery Summit 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Baterai Indonesia dan Percepatan Transisi Energi/(Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com  - National Battery Research Institute (NBRI) bersama Pamerindo Indonesia dan Id Battery (Asosiasi Ekosistem Baterai Indonesia) kembali menyelenggarakan International Battery Summit (IBS) 2026, forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pemimpin industri, akademisi, investor, peneliti, serta pemangku kepentingan nasional dan internasional untuk memperkuat pengembangan ekosistem baterai dan memperkuat peran Indonesia dalam transisi energi global.

Mengusung tema “Empowering the Energy Transition through Advanced Battery Technology, Renewable Energy, Storage & E-mobility”, IBS 2026 akan diselenggarakan pada 26–28 Agustus 2026 di JIEXPO Convention Centre & Theatre, Jakarta.

IBS 2026 ditargetkan menghadirkan lebih dari 1.000 peserta, 100 pembicara, serta pemangku kepentingan dari lebih dari 35 negara yang mewakili pemerintah, pelaku industri baterai dan kendaraan listrik, akademisi, lembaga riset, investor, penyedia teknologi, hingga pelaku industri energi dan manufaktur. 

Platform ini dirancang untuk mendorong diskusi yang lebih komprehensif mengenai perkembangan teknologi baterai, manufaktur, bahan baku, penyimpanan energi, energi terbarukan, kendaraan listrik dan mobilitas, investasi, hingga pengembangan ekonomi sirkular dan pengelolaan baterai di akhir masa pakainya.

Memperkuat Posisi Indonesia dalam Ekosistem Baterai Global
Indonesia memiliki potensi strategis untuk memperkuat perannya sebagai salah satu pemain penting dalam industri baterai global, didukung oleh modal di seluruh rantai nilai baterai, dari sumber daya mineral, pertumbuhan manufaktur, perkembangan ekosistem kendaraan listrik, serta peningkatan investasi di sektor baterai. 

Namun, pengembangan ekosistem yang kompetitif dan berkelanjutan juga membutuhkan penguatan riset dan inovasi, pengembangan SDM, infrastruktur, kebijakan yang mendukung, serta kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan.

Research Professor di BRIN sekaligus Founder NBRI, Prof. Evvy Kartini, menyampaikan bahwa penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem baterai nasional.

“Indonesia perlu memperkuat riset, inovasi, dan penguasaan teknologi, membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga riset, serta mengembangkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten,” ungkap Prof. Evvy.

Evvy menambahkan, Indonesia juga perlu belajar dari pengalaman negara dan pelaku industri mancanegara yang telah berhasil membangun dan menjadi terdepan dalam industri baterai dan kendaraan listrik. 

"Melalui IBS 2026, kami ingin menghadirkan para pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam satu platform untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem baterai global," katanya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore