
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi. (ANTARA)
JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjalin Kerjasama dengan pemerintah Jepang untuk mempercepat transisi energi melalui pengembangan berbagai proyek energi bersih.
Adapun, kerjasama yang dilaksanakan mulai dari panas bumi, pembangkit listrik tenaga sampah, bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF), amonia hijau, hingga perdagangan karbon.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan kerja sama Indonesia–Jepang menjadi bagian penting dalam mempercepat implementasi proyek transisi energi sekaligus mendorong investasi teknologi rendah karbon di Indonesia.
Dalam pertemuan pertama, Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan pengembangan dua proyek panas bumi nasional, yakni PLTP Sarulla dan PLTP Muaralaboh Unit 2.
"Kami saat ini tengah melakukan percepatan pengembangan PLTP Sarulla dan PLTP Muaralaboh Unit 2. Untuk Sarulla, pemerintah terus mengupayakan pemulihan kapasitas pembangkitan melalui implementasi Long Term Restoration Plan dalam tiga tahap. Selain itu, Pemerintah juga secara aktif memberikan kepastian bagi investasi lanjutan guna memaksimalkan kapasitas pembangkit," ujar Eniya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (18/7).
Eniya mengatakan, untuk pembangunan PLTP Muaralaboh Unit 2 terus berjalan guna meningkatkan bauran energi bersih, memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera, membuka lapangan kerja, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain panas bumi, kedua negara juga membahas perkembangan sejumlah proyek prioritas lainnya, antara lain PLTSa Legok Nangka di Jawa Barat, Green Ammonia Initiative in Aceh (GAIA), pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), pengembangan proyek pembangkit skala kecil dan menengah berbasis nuklir, serta penguatan perdagangan karbon.
Pada kesempatan tersebut, Indonesia dan Jepang juga sepakat memperkuat implementasi Joint Crediting Mechanism (JCM) melalui percepatan sejumlah proyek prioritas, di antaranya rencana implementasi konsep Carbon Capture and Storage (CCS) dan perdagangan karbon yang diakui secara internasional.
Eniya juga menyampaikan perkembangan implementasi manajemen energi di Indonesia. Menurutnya, pemerintah terus memperkuat kebijakan efisiensi energi seiring terbitnya berbagai regulasi baru di sektor industri dan bangunan gedung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022