Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2026 | 03.30 WIB

Banyak Negara Antre Masuk Bursa Karbon Indonesia, Hashim Djojohadikusumo: Banyak yang Minat

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menjelaskan soal program perdagangan karbon hutan yang berjalan dengan baik. Menurut dia, program tersebut termasuk salah satu program pemerintah yang berhasil. (Kemenhut) - Image

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menjelaskan soal program perdagangan karbon hutan yang berjalan dengan baik. Menurut dia, program tersebut termasuk salah satu program pemerintah yang berhasil. (Kemenhut)

JawaPos.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menyebut sejumlah negara dari Asia dan Eropa sudah mengantre untuk berpartisipasi pada bursa karbon Indonesia.

Menurutnya, banyak negara seperti Amerika Serikat dan Jepang telah menyatakan minatnya untuk masuk ke bursa karbon Indonesia.

“Banyak (yang minat). Dari Amerika, dari Inggris, dari Norway, dari Belanda, dari Jepang. Banyak,” ujar Hashim dalam acara peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Djakarta Theathre, Kamis (9/7).

Ia menyebut bahwa, sejumlah lembaga internasional yang ditemuinya sudah menyatakan minatnya untuk dapat masuk ke dalam bursa karbon Indonesia.

“Saya sebagai utusan khusus sering ketemu dengan pihak-pihak luar negeri, lembaga-lembaga internasional termasuk investor-investor internasional, yang ingin berpartisipasi dalam pasar karbon di Indonesia,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, SRUK merupakan sistem yang menjadi fondasi tata kelola pasar karbon Indonesia. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, keterlacakan (traceability), serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor.

Adapun, pengembangan SRUK melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kita sudah wujudkan ini adalah hasil pekerjaan Pemerintah Indonesia yang patut dibanggakan bahwa hari ini kita mulai suatu sistem registrasi unit karbon yang betul-betul bisa bekerja dan berfungsi dengan baik,” ucapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore