
Ilustrasi listrik padam. (Istimewa)
JawaPos.com - Belakangan ini, pemadaman listrik bergilir semakin sering dikeluhkan masyarakat di berbagai wilayah Jawa dan Bali. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penyebab gangguan listrik yang terjadi serta apakah sistem kelistrikan nasional sedang menghadapi masalah serius.
Pengamat Sistem Tenaga Listrik dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Kevin Marojahan Banjar Nahor, menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir.
“Mengapa sering mati lampu akhir-akhir ini? Pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini di sejumlah wilayah Pulau Jawa ternyata dipicu oleh dua hal di pembangkit listrik, yakni force outage dan derating,” ungkapnya seperti dilihat pada akun Instagram Institut Teknologi Bandung (ITB), @itb1920, Selasa (16/6).
Adapun force outage adalah gangguan mendadak pada pembangkit listrik. Kondisi ini terjadi ketika unit pembangkit mengalami kerusakan atau gangguan operasional yang tidak direncanakan sehingga pasokan listrik berkurang secara tiba-tiba.
Selain itu, derating yaitu penurunan kapasitas produksi listrik oleh pembangkit. Dalam situasi ini, pembangkit tidak beroperasi pada kemampuan maksimalnya sehingga daya yang disalurkan ke sistem menjadi lebih rendah.
Menurut Kevin, derating kerap dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar pembangkit, baik batu bara maupun minyak. Operator pembangkit terkadang sengaja menurunkan kapasitas operasi demi memastikan stok bahan bakar tetap aman.
Pada kondisi tertentu, pembangkit hanya dijalankan sekitar 60 persen dari kapasitas normalnya. Langkah tersebut dinilai lebih aman dibandingkan memaksakan operasi penuh hingga cadangan bahan bakar habis.
Pasalnya, jika pembangkit berhenti total akibat kekurangan bahan bakar, proses untuk mengoperasikannya kembali membutuhkan waktu cukup lama. Hal ini terutama berlaku pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang memerlukan prosedur startup yang kompleks.
“Jika dipaksa 100 persen dan bahan bakar habis, PLTU butuh waktu hingga dua hari untuk menyala kembali,” ungkapnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
