Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 19.04 WIB

BPS Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Naik Jadi 2,88 Persen, Ini Penyebab Utama

Ilustrasi Inflasi dan Deflasi (Freepik/freepik.com) - Image

Ilustrasi Inflasi dan Deflasi (Freepik/freepik.com)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara tahunan atau year on year (yoy) inflasi Indonesia pada Juli 2026 mencapai 2,88 persen atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2025 sebesar 2,37 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, mengatakan terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,60 pada Juli 2025 menjadi 111,73 pada Juli 2026.

Ia menjelaskan, pendorong utama inflasi tahun ini berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 2,97 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,87 perseb.

“Adapun komoditas dengan andil inflasi terbesar, pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin atau SKM, daging ayam ras, cabai merah, daging sapi, dan juga sigaret kretek tangan atau SKT,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (3/8).

Ateng mengatakan, kelompok lainya yang menyumbang inflasi terbesar adalah transportasi dengan catatan sebesar 5,12 persen dan andil terhadap inflasi sebesar 0,62 persen. Adapun, inflasi pada kelompok tersebut disebabkan oleh bensin, tarif angkutan udara, mobil, pelunas atau oli mesin, dan juga sepeda motor.

Selain itu, kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi secara yoy sebesar 9,04 persen dengan andil inflasi sebesar 0,61 persen.

“Inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan,” ucapnya.

Ateng mengatakan, jika dilihat berdasarkan komponennya, seluruh komponen mengalami inflasi secara tahunan. Ia menjelaskan, komponen inti mengalami inflasi sebesar 2,76 persen dan memberikan andil sebesar 1,76 persen.

Dia menjelaskan, komoditi yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti terutama emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, dan biaya akademis atau perguruan tinggi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore