
Seperti pembelian Solar bersubsidi, beli Pertalite juga wajib pakai QR Code. Pembatasan Pertalite dan Solar subsidi diperkirakan hemat konsumsi nasional hingga 15 persen.(RiauPos/JawaPos Group).
JawaPos.com - Dewan Energi Nasional (DEN) menilai kebijakan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berpotensi menekan konsumsi nasional secara signifikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga beban subsidi energi sekaligus memperkuat efisiensi konsumsi energi nasional.
Anggota DEN Satya Widya Yudha mengatakan, skema pembatasan yang mempertimbangkan kapasitas mesin kendaraan serta jenis kendaraan diperkirakan mampu mengurangi volume konsumsi BBM subsidi sekitar 10-15 persen.
“Kalau (pembatasannya) berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu, potensi hematnya berdasarkan hitungan kami itu 10–15 persen daripada volume,” ujar anggota DEN Satya Widya Yudha dalam gelaran Sarasehan Energi seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/5).
Menurut Satya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pengendalian subsidi energi yang tengah disiapkan pemerintah. Strategi itu mencakup sejumlah langkah untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus memastikan subsidi lebih tepat sasaran.
Selain pembatasan BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, pemerintah juga menyiapkan transformasi penyaluran subsidi LPG 3 kilogram agar berbasis data masyarakat penerima bantuan. Penyaluran nantinya akan mengacu pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) serta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“LPG 3 kg itu transformasi ke subsidi yang berbasis orang dengan data dari P3KE dan DTKS,” ucap Satya.
DEN juga menilai pengurangan konsumsi energi fosil perlu dibarengi percepatan elektrifikasi, terutama di sektor transportasi. Upaya tersebut diyakini dapat membantu menurunkan ketergantungan terhadap BBM dalam jangka panjang.
Tidak hanya dari sisi konsumsi, pemerintah juga mendorong penguatan pasokan energi domestik sebagai bagian dari strategi pengendalian energi nasional. Langkah tersebut meliputi optimalisasi Domestic Market Obligation (DMO) batu bara dan gas, serta peningkatan pemanfaatan minyak sawit melalui program biodiesel.
“Strategi ketiga adalah optimalisasi dari sisi pasokan,” kata Satya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
